Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam, Muhammad Rudi. Foto: Batamlagi.com

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam, Muhammad Rudi, kembali menyampaikan adanya penambahan pasien positif Covid-19 pada Kamis (25/6).

Disampaikan dalam rilisnya, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 ini merupakan hasil pemeriksaan swab oleh Tim analis BTKLPP Batam berdasarkan temuan kasus baru dan contact tracing terhadap kasus terkonfirmasi positif 204 (WNA Tiongkok/ Cina) dan 208 (Tenaga medis di Batu Besar) di Kota Batam.

Terkonfirmasi positif Covid-19 pada kasus ini adalah 5 (lima) orang warga Kota Batam yang terdiri dari 4 laki-laki dan 1 perempuan.

Berikut ini riwayat perjalanan penyakit dari pasien terkonfirmasi tersebut sebagai berikut:

1. Seorang laki-laki berinisial Tn.LX usia 52 tahun, TKA Perusahaan di Kawasan Kabil, beralamat di Mess Perusahaan yang terletak kawasan Kabil Jalan Raya Telaga Punggur, Kelurahan Kabil, Kecamatan Nongsa,
Kota Batam, merupakan kasus baru Covid-19 Nomor 214 Kota Batam.

Yang bersangkutan merupakan Tenaga Kerja Asing (TKA) dari RRT sebagai Mehanical Enginer di salah satu pabrik plastik di kawasan Industri Kabil yang merupakan teman satu negara dan tinggal satu mess dengan Terkonfirmasi Kasus Nomor 204.

2. Seorang laki-laki berinisial Tn.K usia 23 tahun, Karyawan Perusahaan Plastik di Kawasan Kabil, beralamat di kawasan perumahan Kavling Senjulung Kelurahan Kabil Kecamatan Nongsa Kota Batam, merupakan kasus baru Covid-19 Nomor 215 Kota Batam.

Yang bersangkutan merupakan Tenaga Kerja lokal di salah satu pabrik plastik di kawasan Industri Kabil dan merupakan sesama pekerja dengan Terkonfirmasi Kasus Nomor 204, namun beda divisi serta menyatakan tidak pernah contact dengan terkonfirmasi kasus nomor 204.

Sehubungan hasil tindak lanjut contact tracing yang dilakukan oleh tim
surveillance terhadap kasus terkonfirmasi nomor 204, maka pada tanggal 20 Juni 2020 terhadap yang bersangkutan bersama seluruh karyawan perusahaan tempatnya bekerja dilakukan pemeriksaan RDT
dengan hasil “IgG Reaktif”, dan dilanjutkan dengan pemeriksaan Swab Tenggorokan pada tanggal 22 Juni 2020 yang hasilnya diketahui pada hari ini dengan terkonfirmasi positif.

3. Seorang laki-laki berinisial Tn.AB usia 22 tahun, Karyawan Perusahaan Plastik di Kawasan Kabil, beralamat di kawasan perumahan Bengkong Sadai Kelurahan Sadai Kecamatan Bengkong Kota Batam, merupakan kasus baru Covid-19 Nomor 216 Kota Batam.

Yang bersangkutan merupakan Tenaga Kerja lokal di salah satu pabrik plastik di kawasan Industri Kabil dan merupakan sesama pekerja dengan
Terkonfirmasi Kasus Nomor 204, namun beda divisi serta menyatakan tidak pernah contact dengan terkonfirmasi kasus nomor 204.

Sehubungan hasil tindak lanjut contact tracing yang dilakukan oleh tim
surveillance terhadap kasus terkonfirmasi nomor 204, maka pada tanggal 20 Juni 2020 terhadap yang bersangkutan bersama seluruh karyawan perusahaan tempatnya bekerja dilakukan pemeriksaan RDT dengan hasil “IgG Reaktif”, dan dilanjutkan dengan pemeriksaan Swab Tenggorokan pada tanggal 22 Juni 2020 yang hasilnya diketahui pada hari ini dengan terkonfirmasi positif.

4. Seorang laki-laki berinisial Tn.RPW usia 24 tahun, Karyawan Perusahaan Perfileman, beralamat di kawasan Rumah Susun BPJS Batu Besar Kelurahan Batu Besar Kecamatan Nongsa Kota Batam, merupakan kasus baru Covid-19 Nomor 217 Kota Batam.

Yang bersangkutan merupakan adik kandung dari Terkonfirmasi Positif Kasus Nomor 208. Sehubungan hasil tindak lanjut contact tracing
yang dilakukan oleh tim surveillance terhadap kasus terkonfirmasi nomor 208, maka pada tanggal 22 Juni 2020 terhadap yang bersangkutan dilakukan pemeriksaan Swab Tenggorokan yang hasilnya diketahui
pada hari ini dengan terkonfirmasi positif.

5. Seorang perempuan berinisial Ny.BR.brBB usia 33 tahun, Ibu Rumah Tangga (IRT), Warga Pematang Siantar Sumatera Utara yang saat ini beralamat sementara pada salah satu hotel di kawasan Pelita Kecamatan Lubuk Baja Kota Batam merupakan kasus baru Covid-19 Nomor 218 Kota
Batam.

Yang bersangkutan mengatakan tiba di Kota Batam pada tanggal 17 Juni 2020 bersama suaminya dan menginap di salah satu hotel di kawasan Batu Aji sampai dengan tanggal 19 Juni 2020.

Kemudian pada tanggal 20 Juni 2020 memeriksakan diri untuk RDT mandiri guna memenuhi persyaratan penerbangan kembali ke Medan di Klinik Husada medika dengan hasil reaktif.

Selanjutnya pihak klinik merujuk yang bersangkutan ke Puskesmas Batu Aji guna dilakukan pemeriksaan swab tenggorokan untuk confirmasi dan telah dijadwalkan pada tanggal 22 Juni 2020 dan diedukasi untuk isolasi mandiri.

Namun yang bersangkutan ternyata berpindah penginapan ke hotel di Kawasan Pelita Lubuk Baja dan tidak datang pada saat jadwal swab yang telah ditentukan.

Berdasarkan kondisi demikian Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Batam melacak keberadaannya dan diketahui sudah berada di ruang tunggu Bandara Hang Nadim Batam. Setelah itu yang bersangkutan diedukasi dan dievakuasi ke Rumah Sakit Rujukan RSKI Galang guna dilakukan karantina/ isolasi, yang kemudian pada keesokan harinya tanggal 13 Juni 2020 dilakukan pemeriksaan Swab Tenggorokan yang hasilnya diketahui pada hari ini dengan terkonfirmasi positif.

Sesuai dengan hasil penyelidikan epidemiologi yang terus dilakukan hingga saat ini terhadap seluruh klaster Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Kota Batam, diperoleh kesimpulan sementara bahwa masih mungkin terjadi pertumbuhan kasus Covid-19 yang berkaitan dengan berbagai
klaster yang ada, ataupun kasus baru yang terjadi baik dari transmisi lokal maupun impor.

“Hal ini mengingat masih banyak ditemui masyarakat yang belum sepenuhnya mematuhi protokol dan himbauan dari Pemerintah guna menekan laju pertumbuhan kasus penyakit Covid-19,” demikian disampaikan.(bl)