Warga berdatangan melihat timbunan tanah dan bebatuan di jalan Tanjung Uma. Foto: Ist

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Bukit di Tanjung Uma, Kecamatan Lubukbaja longsor. Akibatnya, tanah dan bebatuan bercampur air menutupi jalan warga Tanjung Uma, Sabtu (20/6) pagi.

Diperkirakan, longsornya bukit tersebut karena, tingginya curah hujan akhir-akhir ini di Batam. Karena banyaknya material bebatuan bercampur air, warga kesulitan melintasi jalan tersebut.

Menurut warga, peristiwa ini kerap terjadi di lokasi tersebut. Saat hujan turun, dipastikan air dari atas bukit turun membawa bebatuan dan tanah. Sehingga menutupi jalan satu-satunya warga Tanjung Uma tersebut.

Syam, salah seorang sekitar lokasi mengatakan, jika peristiwa ini sering terjadi di lokasi tersebut. Namun, kali ini material tanah dan bebatuan yang turun bersama air cukup banyak.

Dijelaskan, kondisi tersebut semakin diperparah karena tidak adanya drainase di sekitar bukit. Sehingga saat hujan datang, air deras turun dari atas bukit yang cukup terjal itu.

Akibat peristiwa tersebut, sejumlah rumah warga yang berada di bawah jalan tergenang air bercampur lumpur, tanah dan bebatuan. Dan tiang listrik juga tumbang. Warga pun waswas melintasi jalan tersebut.

Camat Lubukbaja, Novi Hermadyastuti saat dikonfirmasi wartawan Sabtu siang mengatakan, tanah di atas bukit itu longsor dan mengenai rumah yang di bawah jalan.

Dijelaskan Novi, saat ini pihaknya tengah mediasi para pemilik rumah dan perusahaan. Pemilik rumah menuntut agar diganti rugi.

“Pemilik rumah minta ganti rugi. Sedangkan jalannya sedang diperbaiki. Jalan tersebut jalan provinsi,” ujarnya.(bl)