Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam, Muhammad Rudi. Foto: Batamlagi.com

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam, Muhammad Rudi mengumumkan adanya 2 warga Batam yang terpapar Covid-19, Kamis (18/6). Sehingga total yang terpapar 197, sembuh 111, dirawat 74, meninggal 12.

Disampaikan dalam rilisnya, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 Kota Batam ini merupakan hasil pemeriksaan swab oleh Tim analis BTKLPP Batam, berdasarkan temuan kasus baru dan hasil tracing closes contact dari klaster HOG Eden Park Kota Batam.

Dua orang positif Covid-19 tersebut warga Kota Batam yang terdiri dari 1 perempuan dan 1 laki-laki, yakni;

1. Perempuan berinisial Nn.RS usia 24 tahun, Karyawan Dealer Sepeda Motor di Kawasan Nagoya, beralamat di kawasan perumahan Kavling Senjulung Kelurahan Kabil, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, merupakan kasus baru Covid-19 Nomor 196 Kota Batam.

Yang bersangkutan merupakan anak kandung dari Terkonfirmasi Positif Nomor 172 yang merupakan teman dan tetangga dari kasus Terkonfirmasi Positif Nomor 164 (Ny.LS), Tukang Urut/Pijat yang berkaitan dengan klaster HOG Eden Park.

Sehubungan dengan hasil tracing terhadap kasus nomor 164, maka pada tanggal 11 Juni 2020 yang bersangkutan melakukan pemeriksaan RDT dengan hasil non reaktif.

Kemudian setelah ibunya dinyatakan positif maka pada tanggal 15 Juni 2020 dilakukan pemeriksaan swab tenggorokan yang hasilnya diketahui positif.

2. Laki-laki berinisial Tn.MDA usia 19 tahun, belum bekerja, beralamat di kawasan perumahan Tembesi Sidomulyo, Kelurahan Tembesi, Kecamatan Sagulung Kota Batam, merupakan kasus baru Covid-19 Nomor 197 Kota Batam.

Yang bersangkutan pada tanggal 17 Juni 2020 datang memeriksakan diri ke RS Bhayangkara Batam untuk melakukan RDT secara mandiri guna keperluan persyaratan penerbangan ke Jakarta, dalam rangka berobat di RS Harapan Kita sesuai rujukan dari dokter spesialis jantung pada salah satu rumah sakit di Batam.

Hasil yang diperoleh dari pemeriksaan tersebut disimpulkan “Ig.G Reaktif, Ig.M Non Reaktif”, dan selanjutnya diteruskan dengan pemeriksaan Swab Tenggorokan yang hasilnya diketahui positif.

Berdasarkan hasil penyelidikan epidemiologi yang dilakukan terhadap seluruh klaster terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Batam, diperoleh kesimpulan sementara bahwa, masih mungkin terjadi pertumbuhan kasus Covid-19 yang berkaitan dengan berbagai klaster yang ada, maupun kasus baru yang terjadi baik dari transmisi lokal maupun import.

“Hal ini mengingat masih banyak ditemui masyarakat yang belum sepenuhnya mematuhi protokol kesehatan dan himbauan pemerintah guna menekan laju pertumbuhan kasus Covid-19,” demikian disampaikan.(bl)