UN, tersangka kasus ujaran kebencian diamankan polisi di Mapolda Kepri. Foto: Batamlagi.com

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Seorang wanita berinisial UN, warga Batam harus mendekam di balik jeruji usai membagikan video ujaran kebencian terhadap Presiden Republik Indonesia Ir Joko Widodo (Jokowi). Video tersebut di-share di Facebook.

Dikatakan Kasubdit V Ditkrimsus Polda Kepri Kompol Putu Bayu Seno, pada Rabu tanggal 10 Juni 2020, pelaku melihat postingan video dari grup FB dengan nama video milenial.

Setelah ditonton tersangka UN membagikan (Share) ke akun FB miliknya dan akun grup FB P4WB (Bakti Bumi Madani.

Dari hasil penyelidikan, lanjutnya, isi video tersebut memiliki muatan informasi elektronik yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan kelompok berdasarkan Suku, Agama, Ras dan Antar golongan (SARA).

Dari hasil pemeriksaan, Putu Bayu mengatakan, pelaku tidak mengenal orang di dalam video, dan orang yang membuat video tersebut.

Dijelaskan Putu, tujuan pelaku membagian video tersebut karena merasa kecewa dengan Presiden Jokowi dan dibagikannya video tersebut ke akun miliknya, dan grup FB P4WB.

“Maka banyak yang dapat melihat postingan tersebut sehingga nantinya orang merasa tidak suka dengan pemerintahan atau Presiden Jokowi,” ujar Putu Bayu.

Dalam perkara ini, polisi mengamankan barang bukti 1 akun FB pelaku dan handphone merek Xiaomi.

Kelakuan pelaku ini memenuhi unsur pasal 45 A ayat (2) junto pasal 28 ayat 2 UU RI Nomor 11 tahun 2008 sebagaimana telah diubah dengan atas UU RI Nomor 19 tahun 2016 tentang informasi transaksi elektronik sudah masuk kategori Hate Speech atau ujaran kebencian. Ancaman pidana penjara paling lama 6 tahun atau denda Rp 1 miliar.

Saat ekspos kasus tersebut, ibu 2 anak umur 4 tahun dan 1,5 tahun itu terus menangis sambil menyampaikan permohonan maaf berulang kali.

“Saya tidak tahu kalau akan sefatal ini. Saya menyesal saya mohon maaf. Saya mohon maaf kepada bapak Presidan, saya sungguh tidak tahu,” ucapnya.

Kepada wartawan, tersangka UN juga mengaku menyebarkan video tersebut karena kecewa terhadap kinerja Pemerintahan Presiden Jokowi.

“Awalnya memang saya kecewa melihat listrik naik, minyak naik dan BPJS naik. Tapi saya sungguh menyesal sudah menyebarkan video itu,” ujarnya.(bl)