Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam, Muhammad Rudi saat menggelar rapat di Dataran Engku Putri. Foto: Batamlagi.com.

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam, Muhammad Rudi menyampaikan adanya penambahan 6 warga yang terpapar Covid-19, Rabu (10/6). Total penderita corona di Batam 165 orang.

Dalam rilisnya dijelaskan, kasus positif Covid-19 ini merupakan hasil pemeriksaan swab dari Tim analis BTKLPP Batam, terhadap kasus baru dan hasil tracing closes contact klaster HOG Eden Park, yakni;

Pertama, laki-laki berinisial Tn.DG usia 24 tahun, Swasta, beralamat di kawasan Perumahan Cipta Village, Kelurahan Tanjung Riau, Kecamatan Sekupang Kota Batam, merupakan kasus baru Covid-19 Nomor 160 Kota Batam. DG merupakan teman dekat dari anak terkonfirmasi nomor 116 yang juga jemaat klaster HOG Eden Park 49 dan 82.

Kedua, perempuan berinisial Ny. S usia 57 tahun, Penjual Jamu Gendong, beralamat di kawasan perumahan Ruli Muara Takus, Kelurahan Seraya Kecamatan Batu Ampar, Kota Kota Batam, merupakan kasus baru Covid-19 Nomor 161 Kota Batam.

S pada tanggal 05 Juni 2020 berobat ke UGD salah satu RS Swasta dikawasan dekat tempat tinggalnya dengan keluhan meriang sudah sejak seminggu sebelumnya disertai rasa mual dan tidak nyaman di ulu hati serta badannya terasa pegal-pegal.

Selanjutnya dilakukan pemeriksaan rontgen dengan kesimpulan “Susp Brronkopneumonia Kiri” dan dilanjutkan dengan RDT yang hasilnya IgG reaktif. Sesuai dengan hasil pemeriksaan diagnostic tersebut maka oleh dokter pemeriksa ditetapkan sebagai PDP dan harus menjalani rawat inap di ruang isolasi rumah sakit tersebut. Lalu dilakukan tindakan pemeriksaan pengambilan swab tenggorakan yang hasilnya diperoleh pada hari ini dengan terkonfirmasi positif.

Ketiga, perempuan berinisial Ny.UK usia 47 tahun, Penjual Sayur di Pasar Toss 3000 Sei Jodoh, beralamat di kawasan perumahan Kampung Tanjung Uma Kelurahan Tanjung Uma, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam, merupakan kasus baru Covid-19 Nomor 162 Kota Batam.

Hal ini hasil tracing pada kasus terkonfirmasi positif nomor 146 dan 151 yang banyak melakukan aktifitas di Pasar Toss 3000.

Keempat, perempuan berinisial Ny.AbrS usia 48 tahun, Penjual Sayur di Pasar Toss 3000 Sei Jodoh, beralamat di kawasan perumahan Kampung Tanjung Uma, Kelurahan Tanjung Uma, Kecamatan Lubuk Baja Kota Batam, merupakan kasus baru Covid-19 Nomor 163 Kota Batam. Hal ini merupakan hasil tracing pada kasus terkonfirmasi positif nomor 146 dan 151 yang banyak melakukan aktifitas di Pasar Toss 3000.

Kelima, perempuan berinisial Ny.LS usia 59 tahun, Tukang Urut/Pijit , beralamat di kawasan perumahan Kavling Senjulung Kelurahan Kabil Kecamatan Nongsa Kota Batam, merupakan kasus baru Covid-19 Nomor 164 Kota Batam.

LS merupakan tukang urut/pijit dan pernah melakukan pemijitan pada Terkonfirmasi Positif Nomor 126 dan 134. Hal ini merupakan pengembangan Penyelidikan Epidemiologi (PE) lebih lanjut terhadap klaster HOG Eden Park 49 dan 82.

Keenam, perempuan berinisial Ny.K usia 64 tahun, Penjual Sayur Keliling, beralamat di kawasan rumah toko (Ruko) Gajah Mada Kelurahan Patam Lestari Kecamatan Sekupang Kota Batam, merupakan kasus baru Covid-19 Nomor 165 Kota Batam.

Sehubungan adanya kegiatan pemeriksaan RDT secara random oleh Tim Penanganan Covid-19 Puskesmas Mentarau, Kota Batam pada tanggal 01 Juni 2020 di kawasan Pertokoan Serba 8000 Gajah Mada, didapati hasil yang bersangkutan dinyatakan reaktif yang kemudian dilakukan edukasi
untuk menjalankan karantina di Rusun Tanjung Uncang.

Selanjutnya dilakukan pemeriksaan swab tenggorokan pertama yang hasilnya diketahui pada tanggal 06 Juni 2020 terkonfirmasi
negatif. Setelah itu kepadanya kembali dilakukan pemeriksaan swab tenggorokan kedua yang hasilnya diketahui pada hari ini dengan terkonfirmasi positif.

K merupakan pedagang sayur keliling yang sumber dagangannya dibelinya sendiri setiap hari dari pasar Toss 3000 Sei Jodoh.

Sesuai dengan hasil penyelidikan epidemiologi yang terus dilakukan hingga saat ini terhadap seluruh klaster terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Batam/

“Diperoleh kesimpulan sementara bahwa masih mungkin terjadi pertumbuhan kasus Covid-19 yang berkaitan dengan berbagai
klaster yang ada ataupun kasus baru yang terjadi baik dari transmisi lokal maupun impor,” demikian disampaikan.(bl)