Jajaran Danlantamal IV Tanjungpinang dan Lanal Tanjungbalai Karimun mengekspos kasus narkotika. Foto: Batamlagi.com

KARIMUN (BATAMLAGI.COM) – Jajaran Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Tanjungbalai Karimun berhasil membekuk 3 pelaku narkotika jenis sabu-sabu di sekitar peraian Karimun Anak, Senin (8/6) sekitar pukul 04.20 WIB. Dari tiga pelaku diamankan 2 kilogram sabu-sabu.

“Para pelaku ini berhasil ditangkap tim F1QR saat itu melakukan patroli rutin di wilayah kerja Lanal TBK,” ujar Danlantamal IV Tanjungpinang, Kolonel Laut (P) Indarto Budiarto, SE MHan saat ekspos di Mako Lanal TBK Selasa (9/6).

Dikatakan Indarto Budiarto, dinihari itu tim F1QR mendeteksi adanya speed boat mencurigakan dan berusaha kabur setelah melihat tim patroli. Kemudian tim melakukan pengejaran. Sekitar 5 menit kemudian kapal berhasil dihentikan di posisi 1 derajat, 7 menit, 206 detik sebelah barat, dan 103 derajat, 24 menit 446 detik Utara di sebelah selatan Pulau Karimun Anak.

Selanjutnya, para pelaku yang terdiri tiga orang awak diperiksa. Mereka adalah yakni MS, warga Sawang, Kundur Barat, Kabupaten Karimun, H alias B, warga Tanjung Hutan, kabupaten Karimun dan NS alias A warga Pelambung, Kabupaten Karimun.

Saat diperiksa ketiganya memperlihatkan kecurigaan, kemudian dilakukan penggeledahan. Dan ditemukan sobekan plastik yang dilakban di atas jaring.

Diduga sobekan plastik itu merupakan bungkusan yang baru saja dibuang ke laut untuk mengelabui petugas.

Selanjutnya, terus Indarto, tim melakukan penyisiran jalur speed boat saat pengejaran dan ditemukan dua bungkusan kemasan teh Cina warna hijau, tak jauh dari lokasi penangkapan. Setelah diperiksa berisi serbuk putih diduga sabu-sabu.

“Ketiga pelaku dan speed boat tersebut langsung diamankan dan dibawa ke Mako Lanal TBK dinihari itu,” tegas Indarto.

Kata Indarto, narkotika tersebut dibawa dari Malaysia dengan cara Transfer Boat ke Boat dengan cepat di perbatasan RI- Malaysia (STS-Line) kemudian dibawa speed boat tersebut yang diduga akan dibawa ke Karimun.

“Dari hasil pemeriksaan kita sementara, pelaku mengaku diupah 2000 ringgit Malaysia atau berkisar Rp 66 juta. Dalam melakukan aksinya ketiga pelaku terkesan rapi, dimana menyamar sebagai nelayan dimana di dalam speed boat dilengkapi perlengkapan jaring,” tambahnya.

Para pelaku dan barang bukti diserahkan ke BNN Kepri. Ketiganya dijerat pasal 113 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana hukuman mati atau pidana 20 tahun penjara.(bl)