Kelompok tani milenial Citra Muda Getasan di Kopeng memperlihatkan hasil pertaniannya kepada Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Foto: int

SEMARANG (BATAMLAGI.COM) – Kelompok tani milenial Citra Muda Getasan di Kopeng Kabupaten Semarang, Jateng ini patut menjadi contoh teladan bagi kalangan muda di bidang pertanian.

Dilansir dari jpnn.com, sesuai dengan namanya, mayoritas anggota kelompok tani ini adalah anak-anak muda usia 19-38 tahun. Meski muda, tangan-tangan mereka tetap terampil mengolah lahan untuk ditanami aneka sayuran.

Lebih dari 70 jenis sayuran yang ditanam oleh kelompok tani ini di lahan seluas 10 hektare. Dan semua sayuran yang ditanam adalah sayuran organik. Hebatnya lagi, produk pertanian mereka kini laku keras di pasaran.

Mereka melakukan penjualan melalui sejumlah platform media sosial. Omzetnya pun mencapai Rp 300 juta per bulan.

Penasaran para petani muda sukses itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo rela gowes sekitar 53 kilometer untuk melihat secara langsung.

Berangkat dari kediamannya Puri Gedeh Kota Semarang, Sabtu (6/6) pukul 06.00 WIB, Ganjar bersama istrinya, Siti Atikoh dan beberapa anggota komunitas gowes tiba di Kopeng sekitar pukul 11.00 WIB.

“Saya kemarin ketemu Mas Sofian dan tertarik dengan ceritanya. Makanya saya langsung ke sini untuk melihat aktivitas anak-anak muda ini. Ternyata luar biasa keren, mereka petani muda yang kreatif dan inovatif sehingga bisa bertahan di tengah pandemi,” katanya.

Ganjar menerangkan, saat banyak orang kebingungan dengan wabah Covid-19, para petani muda ini justru sukses meningkatkan omzetnya.

Tak tanggung-tanggung, omzet pertanian organik di tempat itu bisa naik 300 persen.

“Mereka petani muda yang ideologis, punya komitmen tinggi dan terus berjuang. Untuk menjadi seperti sekarang, ternyata prosesnya cukup lama, mereka membutuhkan waktu 12 tahun,” ucapnya.

Menurut Ganjar, kelompok petani milenial ini membuktikan bahwa anak muda juga bisa sukses di dunia pertanian. Karena didasari kemauan, konsistensi dan ketekunan, maka hasilnya akan berkualitas.

Di tempat yang sama, Ketua Kelompok Tani Citra Muda, Sofian Adi Cahyono (24) mengatakan, kelompoknya beranggotakan 30 anak-anak muda usia 19-38 tahun.

Selain itu, ada 18 kelompok tani dengan 400 petani lain yang menjadi mitranya.

“Produknya adalah sayur organik. Ada 70 lebih jenis sayuran organik yang kami pasarkan secara online,” kata Sofian.

Dia membenarkan bahwa wabah Covid-19 membuat penjualannya justru semakin meningkat. Jika biasanya per bulan hanya mampu menjual 4-5 ton sayur organik, saat ini penjualan meningkat 300 persen menjadi 14-15 ton sayur per bulan.

“Karena sekarang banyak yang memilih pola hidup sehat dengan mengkonsumsi sayuran organik. Sehingga, penjualan kami meningkat drastis,” terangnya.(bl)