Tug boat (TB). Pioneer Conqueror berbendera Singapura dan kapal kayu KM. Samudera yang diamankan BC. Foto: Ist

KARIMUN (BATAMLAGI.COM) – Jajaran Kanwil DJBC Kepri dan BC Batam berhasil menggagalkan dugaan kegiatan ilegal terhadap kapal pengangkut Solar HSD (High Speed Diesel) sebanyak 20 ton senilai Rp 249 juta lebih.

Kepala Kantor Wilayah DJBC Kepri, Agus Yulianto dalam rilisnya mengatakan, atas kegiatan tersebut kerugian negara ditaksir mencapai 31 juta lebih.

Dijelaskan Agus, 20 ton solar HSD kala itu akan pindah muatan (Franshipment) dari tug boat (TB). Pioneer Conqueror berbendera Singapura ke kapal kayu KM. Samudera berbendera Indonesia pada Rabu (6/5) di sekitar perairan Batuaji.

“Kedua sarana pengangkut tersebut mencoba untuk membongkar muatan barang (Impor) di luar kawasan pabean tanpa dilengkapi izin kepala kantor pabean,” ujarnya.

Ditegaskan, tindakan tersebut melanggar Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2006 Perubahan atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan pasal 102 huruf F.

Upaya penyelundupan tersebut berhasil digagalkan setelah sinergi Bea Cukai Kepulauan Riau dan Bea Cukai Batam. Selanjutnya, TB Pioneer Conqueror berbendera Singapura dan KM. Samudera berbendera Indonesia dibawa ke Kantor Wilayah DJBC Khusus Kepri.(bl)