Ilustrasi pelaku kejahatan ditangkap polisi. Foto: Ist

BARITO UTARA (BATAMLAGI.COM) – Jajaran Polres Barito Utara berhasil menguak siapa pelaku pembunuhan bayi laki-laki yang jasadnya ditemukan di belakang rumah warga Desa Bintang Ninggi II RT 05 Kecamatan Teweh Selatan, Barito Utara, Kalimantan Tengah. Pelakunya tak lain adalah ibu kandung korban.

“Pelakunya adalah seorang bidan yang juga ibu kandung bayi itu sendiri. Pelaku sudah ditangkap,” kata Kasat Reskrim Polres Barito Utara, AKP Kristanto Situmeang di Muara Teweh, Senin seperti dilansir dari jpnn.com.

Saat ini tersangka sudah diamankan di Mapolres Barito Utara beserta sejumlah barang bukti di antaranya pembalut wanita dan kantong plastik warna hitam.

Dikatakan Kasat, bayi tersebut adalah korban pembunuhan sadis. Pelakunya seorang bidan berinisial NTL (24), warga Desa Bintang Ninggi II RT 05 Kecamatan Teweh Selatan.

Pelaku merupakan tenaga honorer di Puskesmas Pembantu Desa Bintang Ninggi I, yang mengaku melahirkan tanpa bantuan persalinan orang lain.

Pada saat pelaku merasakan tanda-tanda akan melahirkan, langsung pergi ke dapur dan melahirkan di dapur.

Setelah bayi lahir, pelaku menyumpal mulut bayi memakai pembalut wanita yang telah digulung dan dilipat sampai dengan bayi tersebut tak mengeluarkan suara tangisan.

Selanjutnya, pelaku memasukkan jasad darah dagingnya itu ke kantong plastik hitam yang sebelumnya telah berisi sampah dapur. Kemudian dibuang ke tumpukan dahan dan ranting bekas ditebang atau dipotong yang berada tidak jauh dari dapur rumah pelaku.

Diperoleh keterangan, bahwa pelaku saat hamil hingga melahirkan tidak ada orang yang mengetahui.

“Selama proses kehamilan, melahirkan dan kemudian pembunuhan terhadap bayi laki-laki tersebut, kedua orang tuanya tidak mengetahui,” kata Kasat Reskrim.

Diketahui, pembuangan bayi ini terungkap setelah seorang warga bernama Hj Rukmiati yang hendak memberi makan burung merpati di belakang bangunan sarang burung walet milik warga pada Minggu (24/5) jam 17.10 WIB di Desa Bintang Ninggi II RT 05 Kecamatan Teweh Selatan.

Saat itu, dia mencium bau busuk lalu mencari sumber bau tersebut. Lalu warga melihat ada kantong plastik yang dikerumuni lalat.

Setelah didekati bau busuk semakin menyengat. Dia mengira bahwa bau busuk tersebut dari bangkai ayam yang dibuang warga. Lalu plastik itu diambil dengan kayu dan membawanya ke arah hutan untuk dibuang.

Di perjalanan, plastik tersebut jatuh. Saat mau diambil lagi, perempuan itu melihat kaki yang diduga kaki manusia.

Melihat hal itu, dia memberitahukan tetangga dan perangkat Desa Bintang Ninggi II. Lalu dilaporkan ke Polsek Bukit Sawit.

Pada saat polisi melakukan olah TKP posisi mayat bayi berada di jalan setapak menuju hutan, yang berjarak sekitar 150 meter dari pertama ditemukan bungkusan plastik di TKP.

“Sesuai hasil visum dokter RSUD Muara Teweh bahwa mayat bayi tersebut berjenis kelamin laki-laki, waktu kematian diperkirakan antara dua sampai dengan tiga hari,” pungkasnya.(*/bl)