Wali Kota Batam, Muhammad Rudi. Foto: Ist

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi kembali menyatakan akan membuka karantina wilayah yang selama ini diterapkan di Kota Batam. Sejumlah pusat perekonomian dan tempat ibadah dibuka dengan syarat mengikuti protokol kesehatan menuju tatanan kehidupan normal (New normal).

“Secara umum, sudah saya sampaikan ke ASN (Aparatur Sipil Negara) terkait tatanan hidup normal baru (New Normal) ini. ASN tetap pakai masker serta menjaga jaga jarak,” ujar Rudi saat memimpin rapat bersama ASN, Kandepag Batam, MUI Batam, dan tokoh agama Batam di panggung utama Dataran Engku Putri Batam, Selasa (26/5) pagi.

Dijelaskan, penerapan New Normal ini mulai dari ASN. Nantinya semua ASN yang sudah masuk kerja saat ini mulai dari kecamatan, bertugas mengedukasi warga agar tetap patuh protokol kesehatan.

Rudi menekankan ada tiga hal yang perlu diterapkan di tengah masyarakat. Pertama, wajib memakai masker, hal ini didasari aturan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sehingga perlu disampaikan agar warga tetap mamatuhi ini.

“Kemudian yang kedua, jaga jarak termasuk di rumah ibadah. Hari ini saya kumpulkan semua ulama dan imam masjid terkait ini,” ujarnya.

Bahkan, untuk tempat ibadah ini, pihaknya akan membuka dalam waktu dekat ini. Sedangkan pusat keramaian lain seperti pelabuhan, mal dan sebagainya dibuka pada tanggal 15 Juni.

Ketiga, semua ASN Pemko Batam harus mengedukasi warga menerapkan pola hidup bersih dan rajin berolahraga.

Langkah-langkah ini, kata Rudi, sebagai upaya persiapan pelonggaran 15 Juni nanti. Agar seluruh kegiatan baik sosial dan ekonomi bahkan keagamaan di Batam bisa mulai berjalan kembali, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Ia juga menceritakan jika selama ini banyak keluhan yang masuk kepadanya.

“Semua sudah mengeluh ke kami, bagaimana mau bayar air, bagaimana bayar listrik, semua sudah terdampak. Jadi kita bertekad nanti kita buka semua aktivitas di Batam,” imbuhnya.

Dijelaskan juga, untuk persyaratan pelaksanaan di rumah ibadah, mulai dari imam dan jamaah hingga pengurus masjid harus mengikuti protokol kesehatan Covid-19.

“Semua mulai dari imam, jamaah harus pakai masker, diatur jarak shafnya, tak pakai karpet, bawa sajadah masing-masing dan siapkan hand sanitizer atau sabun cuci tangan,” ujar pria yang juga Kepala BP Batam ini.

Dan yang paling terpenting, pengurus tempat ibadah harus menandatangani surat pernyataan yang telah disiapkan oleh pemerintah yang isinya pengurus masjid harus menjamin semua jamaah wajib menaati protokol kesehatan covid-19. Jika ada yang melanggar Tim Gugus akan melakukan penindakan hingga penutupan.

Dikatakannya, pembukaan tempat ibadah hari ini masa percobaan, nanti resminya akan dibuka pada tanggal 15 Juni, jika kondisi Batam semakin membaik.

“Masjid-masjid yang boleh dibuka pada masa percobaan ini, masjid-masjid yang ada di dalam lingkungan perumahan. Sedangkan masjid di lintas jalan, menunggu tanggal 15 Juni,” katanya.(bl)