Kayu meranti olahan yang diamankan jajaran Polair Polres Karimun. Foto: Ist

KARIMUN (BATAMLAGI.COM) – Jajaran Polair Polres Karimun berhasil mengamankan 10 kayu meranti asal Kabupaten Meranti yang akan diselundupkan pada Kamis (14/5) di Pantai Layang Sawang, Kecamatan Kundur Barat.

“Kita lakukan patroli menindaklanjuti informasi dimaksud di Perairan Sawang, Kecamatan Kundur Barat, Kabupaten Karimun, hasilnya kita mendapatkan kayu yang diduga ilegal,” ujar Kasat Pol Air Polres Karimun Iptu Binsar Samosir kepada wartawan.

Dikatakannya, penangkapan dilakukan sekitar pukul 18.30 WIB, berawal dari informasi yang didapat pihaknya. Selanjutnya, pihaknya melakukan pemantauan dan berhasil menangkapnya.

Dijelaskan, setelah diselidiki kayu tersebut berasal dari Desa Tanjung Sari, Kecamatan Tebing Tinggi Timur, Kabupaten Kepulauan Meranti dengan jumlah lebih kurang 10 ton. Kayu tersebut jenis meranti olahan dengan tebal kurang lebih 8 inchi.

Kayu saat itu dibawa menuju ke Pantai Sawang dengan cara dirakit di dalam air, lalu ditunda dengan pompong tanpa nama menuju ke Sawang.

Ia juga menjelaskan, saat kapal patroli nomor KP XXX-1 33-2001 merapat ke arah pantai tidak terdapat lagi pompong yang digunakan untuk menunda atau menarik kayu tersebut. Dan pihaknya hanya menemukan satu orang atas nama Sukemi alias Emi yang akan bekerja mengangkut kayu hutan hasil olahan dari pantai menuju ke darat.

“Dari keterangan saksi, kayu tersebut adalah pesanan warga berinsial AT warga Sawang, kecamatan Kundur Barat, yang diantar pria berisnial JA, menggunakan pompong tanpa nama,” paparnya.

Saat itu juga, barang bukti yang diamanakan kayu olahan 10 ton, 1 pompong GT 3 warna biru merah.

“Untuk tersangka sudah kita identifikasi atas inisial ZU saat ini masih kita dalami,” imbuhnya.(bl)