Walikota Batam Muhammad Rudi, bersama Wakil Walikota Batam Amsakar Achmad meninjau distribusi sembako wilayah Kecamatan Lubukbaja, Sabtu (16/5). Foto: Ist

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Kepri, Ichsan Fuady menegaskan pentingnya pendataan dan penyaluran bansos sembako yang tepat sasaran kepada warga miskin, dan terdampak Covid-19.

Sehingga semua yang menerima adalah masyarakat yang benar-benar berhak. Selanjutnya, diharapkan kepada penyedia agar menyiapkan bukti kewajaran harga dalam proses pengadaan terkait Covid-19 sesuai Surat Edaran (SE) Kepala LKPP Nomor 3 Tahun 2020.

Ia menjelaskan, tujuannya adalah untuk memastikan distribusi sembako tersebut tepat sasaran.

“Tujuan saya turun antara lain untuk memastikan pelaksanaan pembagian sembako tepat sasaran. Filosofinya mengatasi Covid-19 ini untuk jaring pengaman sosial dengan cepat, tepat, dan akuntabel. Akuntabelnya dari penyiapan data, penyediaan barang, kewajaran harga, dan pendistribusian,” ujarnya, saat menyaksikan pembagian sembako tahap dua di Kecamatan Lubukbaja, Sabtu (16/5), bersama Walikota, Wakil Walikota, Sekda, Danramil, Polsek.

Pada kesempatan itu, untuk memastikan distribusi paket sembako tahap kedua berjalan lancar dan tepat sasaran, Walikota Batam Muhammad Rudi, bersama Wakil Walikota Batam Amsakar Achmad meninjau ke Kecamatan Lubukbaja, Sabtu (16/5).

Rudi juga memberikan edukasi kepada masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah. Antara lain memakai masker, tetap menjaga jarak, tidak berkumpul, dan tidak mengasingkan warga yang sudah sembuh dari Covid-19.

Kepala BP Batam ini juga mengatakan, paket sembako tersebut bantuan dari Pemerintah Kota (Pemko) Batam. Sementara paket sembako lanjutan akan didistribusikan Pemerintah Provinsi Kepri) diawal Juni.

“Awal Juni dibagikan lagi dari Pemprov Kepri. Tapi paketnya, isinya sedikit berbeda dari kita. Mungkin sembilan bahan pokok. Kalau Pemko hanya tiga item, beras, minyak makan, dan 1 dus mie instan. Kalau tak dapat segera lapor,” ujar Rudi.(bl)