Infografis Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam, 15 Mei 2020.

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Pasien positif covid-19 di Kota Batam kembali tertambah. Sebelumnya 50 bertambah 3 pasien, total menjadi 53 orang, yang dirawat ada 19 orang. Sembuh 27 orang dan meninggal 7.

“Penambahan 3 pasien yang terdiri dari 2 perempuan dan 1 laki-laki ini,” ujar Muhammad Rudi, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19/ Wali Kota Batam, dalam rilisnya, Jumat (15/5).

Dijelaskan, penambahan ini merupakan hasil pemeriksaan swab oleh Tim analis BTKLPP Batam, berdasarkan kasus baru dan hasil tracing closes contact yang terus berlangsung dari cluster terkonfirmasi pasien kasus nomor 35 yang telah meninggal dunia (klaster DD, warga Bengkong).

Terkonfirmasi pertama seorang perempuan berinisial Ny NS usia 30 Tahun, perawat, beralamat di kawasan perumahan Tiban, Kelurahan Tiban Baru Kecamatan Sekupang, Kota Batam, merupakan kasus baru Covid-19 Nomor 51 Kota Batam.

“Yang bersangkutan merupakan Tenaga kesehatan keperawatan yang bertugas di ruang perawatan isolasi pasien Covid-19 di salah satu rumah sakit swasta di kawasan Lubukbaja Batam,” ujarnya.

Sesuai dengan protokol rumah sakit tempatnya bertugas ditetapkan bahwa setiap tenaga kesehatan dikategorikan sebagai orang dalam resiko (ODR) sehingga pada tanggal 08 mei 2020 yang bersangkutan bersama rekan sejawat lainnya melakukan pemeriksaan RDT yang hasilnya dinyatakan Reaktif dan selanjutnya diwajibkan melaksanakan isolasi/karantina mandiri di rumahnya.

Sesuai dengan hasil RDT tersebut selanjutnya pada tanggal 12 Mei 2020 dilakukan pemeriksaan swab tenggorokan yang hasilnya diperoleh pada hari ini dan dinyatakan terkonfirmasi positif.

Sejauh ini kondisi yang bersangkutan dalam keadaan stabil, guna penanganan kesehatannya lebih lanjut di rumah sakit tempatnya bertugas.

Selanjutnya, terkonfirmasi kedua seorang perempuan berinisial Ny M usia 41 Tahun, Ibu Rumah Tangga (IRT), beralamat di kawasan perumahan Bengkong Kelurahan Sadai Kecamatan Bengkong Kota Batam, merupakan kasus baru Covid- 19 kasus nomor 52 Kota Batam.

Yang bersangkutan sesuai arahan Tim penanganan Covid-19 Puskesmas Sungai Panas pada tanggal 02 Mei 2020 bersama warga lainnya melakukan pemeriksaan RDT sehubungan dengan meninggalnya kasus terkonfirmasi positif Nomor 35 yang saat itu statusnya masih PDP.

Hasil pemeriksaan RDT yang bersangkutan dinyatakan non reaktif, yang kemudian dilakukan pemeriksaan RDT kembali pada tanggal 12 Mei 2020 yang hasilnya dinyatakan Reaktif. Sehingga diedukasi oleh Tim Penanganan Covid-19 Puskesmas Sungai Panas untuk melaksanakan self isolation/ isolasi mandiri di rumahnya.

Dikatakan, sesuai dengan hasil pemeriksaan RDT tersebut, pada tanggal 12 Mei 2020 dilakukan pemeriksaan swab tenggorokan kepada yang bersangkutan dimana hasilnya diterima pada hari ini dan dinyatakan terkonfirmasi positif. Yang bersangkutan dilakukan perawatan isolasi/karantina di rumah sakit rujukan RS Galang.

Terkonfirmasi ketiga adalah seorang laki–laki berinisial Tn MST usia 32 Tahun, Guru ASN-P3K pada salah satu SDN Batam Kota yang beralamat di kawasan perumahan Bengkong, Kelurahan Sadai Kecamatan Bengkong Kota Batam, merupakan kasus baru Covid-19 Nomor 53 Kota Batam.

Yang bersangkutan mengatakan pada tanggal 26 April 2020 pernah melakukan kontak langsung dengan terkonfirmasi positif Nomor 35 pada saat melaksanakan salat berjamaah di Masjid A-F di dekat rumahnya.

Sehubungan dengan pengembangan dan tracing terhadap kasus terkonfirmasi positif nomor 35 tersebut, yang bersangkutan pada tanggal 12 Mei 2020 melakukan RDT di Puskesmas Sungai Panas dengan hasil Reaktif dan selanjutnya diedukasi oleh Tim Penanganan Covid-19 Puskesmas Sungai Panas untuk melaksanakan self isolation / isolasi mandiri di rumahnya.

Kemudian pada tanggal 13 Mei 2020 dilakukan pemeriksaan swab tenggorokan yang hasilnya diterima pada hari ini dan dinyatakan terkonfirmasi positif. Yang bersangkutan dilakukan perawatan isolasi/karantina guna penanganan kesehatannya di rumah sakit rujukan RS Galang.

Dijelaskan juga, sesuai dengan hasil penyelidikan epidemiologi yang dilakukan, diperoleh kesimpulan sementara bahwa terjadinya kasus baru ini diyakini karena adanya sumber penularan/transmisi lokal yang baru dan pertumbuhan kasus yang berkaitan dengan klaster Bengkong pada terkonfirmasi positif nomor 35.

“Tim surveilans dan epidemiologi masih terus bergerak melakukan proses contact tracing dan penyelidikan epidemiologi (PE) terhadap semua orang yang diduga memiliki kontak terhadap kasus-kasus terkonfirmasi tersebut di atas,” imbuhnya.(bl)