Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Heri Pramono SIK. Foto: Ist

KARIMUN (BATAMLAGI.COM) – Warga Baran Timur, Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri geger. Pasalnya ada pria gantung diri di tralis pintu rumah, Senin (11/5) sekitar pukul 14.00 WIB. Ternyata pria yang tewas tergantung itu adalah Tjai Mong (50).

Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Heri Pramono SIK mengatakan, pada Senin sekitar pukul 15.00 WIB, pihaknya mendapatkan informasi adanya warga gantung diri. Kemudian jajaranya dari Satuan Reskrim Polres Karimun dan personel Unit Reskrim Polsek Meral Polres Karimun mendatangi lokasi kejadian.

“Di lokasi korban ditemukan dalam keadaan tergantung di depan pintu rumah warga bernama Tjuang Seng. Selanjutnya kita evakuasi dan lakukan penyelidikan,” ujar kasat.

Selanjutnya, pihaknya memintai keterangan kepada 5 saksi yakni Agustian yang merupakan Manajer CV Limun Kuda Mas tempat korban bekerja, Agustono yang merupakan keponakan korban, Bei Ai Tju, Kemat dan Taman.

Dari hasil pemeriksaan saksi, kata Heri, diketahui sebelumya pada Minggu, (10/5) sekitar pukul 08.00 WIB, korban sempat menyampaikan kepada Be Ai Tju, teman sekerja. Bahwa Tjai Mong berniat bunuh diri lantaran persoalan ekonomi yang semakin sulit saat ini. Namun perkataan korban itu tak begitu digubris teman-temannya.

Ucapan Tjai Mong itu pun dianggap angin lalu. Lalu, pada Senin (11 /5) pukul 10.00 WIB, korban masih sempat berkomunikasi dengan Taman dan Kemat, teman kerjanya. Tjai Mong pun bertanya terkait pekerjaannya.

Tak disangka, ternyata itulah komunikasi Kemat dan Taman dengan korban. Karena diperkirakan beberapa jam setelah komunikasi itu selesai, korban nekat mengakhiri hidupnya.

Dari hasil penyelidikan sementara, polisi menduga bila korban meninggal karena murni gantung diri.

“Kita duga kuat korban meninggal akibat gantung diri. Dari hasil olah tempat kejadian, kita menemukan tali tambang nilon warna coklat dengan panjang 260 sentimeter yang digunakan korban untuk menghakhiri hidupnya,” ujarnya.

Dijelaskan juga, posisi tali saat itu terikat pada pintu rumah dan melilit leher korban. Posisi lidah korban menjulur keluar akibat jeratan tali tambang nylon pada bagian atas jakun korban terdapat bekas air seni pada celana jeans warna biru yang digunakan korban.

Polisi juga memeriksa tempat tidur korban. Dimana ditemukan obat penenang merek risperidone di kamar korban. Sedangkan dari hasil pemeriksaan luar (Visum et Repertum) di Kamar Pemulasaraan jenazah RSUD Muhammad Sani, tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Terdapat lebam mayat pada seluruh ujung jari tangan korban ujung jari kaki korban. Tidak ada tanda kekerasan di tubuh korban, kuat dugaan korban bunuh diri,” pungkasnya.(bl)