Infografis Gugus Tugas Percepatan penanganan Covid-19 Kota Batam tanggal 12 Mei 2020.

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan penanganan Covid-19 Kota Batam, HM Rudi kembali mengumumkan hasil screening dan tracing closes contact dari terkonfirmasi nomor 35 dari klaster (DD) warga Bengkong yang meninggal dunia. Pasien positif Covid-19 bertambah dua yang merupakan tetangga dan kerabatnya.

Melalui rilisnya, Rudi membeberkan riwayat perjalanan penyakit dari pasien terkonfirmasi pasien kasus nomor 43 dan pasien kasus nomor 44 adalah satu laki-laki dan seorang perempuan.

Kasus nomor 43 adalah seorang lakiā€“laki, usia 57 tahun, karyawan perusahaan swasta di Batuampar beralamat di kawasan perumahan Bengkong Kecamatan Bengkong.

Sehubungan hasil pemeriksaan RDT anaknya selaku ASN pada instansi vertikal Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) di kawasan Batamcentre, tanggal 23 April yang bersangkutan dinyatakan reaktif.

Lalu dilakukan isolasi di RSKI Covid-19 Galang. Yang bersangkutan berjumpa dengan anaknya tersebut pada saat menitipkan cucunya menjelang masuk karantina di RSKI Covid-19 Galang. Mengingat kondisi demikian, 1 Mei lalu dilakukan pemeriksaan RDT kepada yang bersangkutan di Puskesmas Sei panas dengan hasil dinyatakan non reaktif.

“Seminggu kemudian setelah itu yang bersangkutan kembali melakukan pemeriksaan RDT yang hasilnya dinyatakan reaktif,” jelas Rudi.

Menindaklanjuti hasil tersebut, 8 Mei pasien ini dilakukan swab tenggorokkan di RS Awal Bros Batam. Hasilnya baru diterima pada hari ini dinyatakan Terkonfirmasi positif.

Sedangkan terhadap anaknya telah selesai menjalani karantina di RSKI Covid-19 Galang. Dengan hasil pemeriksaan swab yang dilakukannya sebanyak dua kali dan dinyatakan terkonfirmasi negatif. Namun demikian tim medis tetap menjadwalkan kembali pemeriksaan swab berikutnya.

Berikutnya pasien 44 perempuan usia 59 Tahun, Ibu Rumah Tangga (IRT), beralamat di kawasan perumahan Bengkong Kelurahan Sadai Kecamatan Bengkong Kota Batam. Yang bersangkutan bersama seorang cucunya pada 7 Mei melakukan RDT di Masjid Al Furqon dengan hasil reaktif. Hal ini berkaitan dengan hasil RDT menantunya ditanggal 6 Mei, dengan hasil reaktif yang memiliki kontak dengan kasus nomor 35.

Dan saat ini sedang dalam karantina di Rusun Tanjung Uncang. Kemudian, 8 Mei bertempat di RS Awal Bros Batam yang bersangkutan bersama cucu dan menantunya melakukan pemeriksaan swab tenggorokan. Hasilnya dinyatakan terkonfirmasi Positif.

Sedangkan hasil pemeriksaan swab cucu dan menantunya terkonfirmasi negatif. Sejauh ini kondisi yang bersangkutan cukup stabil dan tidak pernah merasakan adanya gangguan kesehatan yang berarti, dan saat ini sedang dilakukan proses persiapan untuk melakukan perawatan isolasi.

Kedua pasien ini dirujuk di rumah sakit rujukan RSUD Embung Fatimah Kota Batam. Sehubungan dengan kasus terbaru dan kasus sebelumnya yang semakin berkembang, maka saat ini tim surveilans dan epidemiologi masih terus bergerak melakukan proses contact tracing.

“Dan penyelidikan epidemiologi (PE) lebih lanjut terhadap semua orang yang pernah berkontak terhadap kasus-kasus terkonfirmasi tersebut,” tutupnya.(bl)