Kapal patroli Bakamla RI. Foto: Ist Bakamla RI.

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Jajaran Bakamla RI kembali berhasil mengamankan belasan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal yang kembali ke Indonesia melalui pelabuhan tak resmi atau pelabuhan di wilayah Batam pada Sabtu (9/5) dini hari.

“Berkat kerja sama, dalam hal ini APMM Malaysia, dan kesiapsiagaan unsur, Bakamla RI berhasil mengamankan PMI ilegal dari Malaysia yang mencoba pulang melalui jalur pelabuhan ilegal,” ujar Laksma Bakamla Eko Murwanto, Kepala Kantor Kamla Zona Maritim Barat Bakamla RI saat memberikan keterangan tentang pengamanan PMI ilegal oleh Bakamla RI seperti dilansir dari jpnn.com.

Dikatakannya, penangkapan ini berawal dari informasi yang diberikan Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) Kolonel Mohd Zul Fadeli bin Nayan, Jumat (8/5) sekitar pukul 20.00. Para PMI itu terpantau radar, dari Indonesia yang memasuki perbatasan, diduga akan melakukan mobilisasi PMI ilegal.

Menerima info tersebut, Satgas segera melakukan tindakan antisipasi penyekatan di sejumlah titik masuk. Sabtu (9/5) sekitar pukul 01.00 WIB, Satgas memantau siluet boat dari arah Malaysia dan dari siluetnya sesuai dengan informasi dari APMM.

Satgas segera melakukan pencegatan. Boat yang mengetahui kedatangan Satgas langsung melarikan diri dan dilakukan pengejaran. Tekong/nakhoda boat tersebut diperkirakan sebagai masyarakat setempat karena sangat memahami jalur tikus di perairan Batam.

Sesaat Satgas sempat kehilangan jejak, namun target terperangkap di daerah hutan bakau Tanjung Sauh yang memang merupakan daerah tumbuhnya karang dan perairannya dangkal.

Akhirnya PMI ilegal berhasil ditemukan di hutan bakau Tanjung Sauh tersebut. Saat boat diamankan, nakhoda tidak ditemukan dan telah melarikan diri. Selanjutnya, Satgas membawa PMI ke pangkalan dan menghubungi Kantor Kesehatan Pelabuhan untuk melaksanakan protokol kesehatan.

Diketahui, para PMI atau TKI ilegal itu berjumlah 19 orang yang terdiri dari 17 pria dan 2 wanita serta seorang anak laki-laki berusia 2 tahun berhasil diamankan oleh Satgas Operasi Lintas Batas Bakamla RI di daerah hutan bakau Tanjung Sauh.

Selanjutnya, semuanta dilakukan rapid test. Dari hasil yang dilakukan oleh Tim Kantor Kesehatan Pelabuhan, semua non reaktif.

Selanjutnya PMI diserahkan oleh Dansatgas Garda Lintas Batas Bakamla RI ke Satgas Covid-19 Pemko Batam untuk dilakukan karantina di Rusunawa Tanjung Uncang yang diterima oleh dr Ratna Irawato.

Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Aan Kurnia mengapresiasi kerja sama dengan pihak APMM dan juga kinerja satuannya dalam melaksanakan tugas operasi yang digelar Bakamla RI.

“Sampai saat ini TNI, Polri, dan Bakamla RI telah berhasil mengamankan 427 orang PMI ilegal yang mencoba memasuki Indonesia melalui pelabuhan tikus,” ucapnya.(*/bl)