Kadinkes Kota Batam, Didi Kusmarjadi. Foto: Ist

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Pasien kasus nomor 32, yang merupakan jamaah tabligh asal India dilaporkan meninggal dunia, Sabtu (9/5) sekitar pukul 10.30 di RSUD Embung Fatimah. Jenazah laki-laki berusia 56 tahun dimakamkan layaknya pasien positif Covid-19 lainnya.

“Iya meninggal tadi pagi. Rencananya pemakaman di Sei Temiang sesuai protokol kesehatan seperti pasien Covid-19 lainnya,” kata Didi Kusmarjadi, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Batam.

Dikatakan Didi, pasien kasus nomor 32 saat dirawat RSUD-EF dalam kondisi tidak bagus. Karena memiliki penyakit penyerta lainnya. Bahkan, salah satu kakinya sudah diamputasi.

Pria ini tinggal sementara di belakang masjid di kawasan Sei Harapan bersama 6 jamaah senegaranya. Ia bersama jamaah lainnya tiba di Batam melalui Pelabuhan Batam Centre pada 2 Maret, naik kapal laut dari Singapura.

Kemudian tanggal 12 April, dirawat di salah satu RS swasta di kawasan Lubukbaja sehubungan dengan gangguan infeksi pada kaki kanannya akibat penyakit gula.

Setelah itu dilakukan tindakan debridement dan perawatan yang bersangkutan diperbolehkan pulang, 15 April. Pasien ini sebelumnya terlebih dahulu telah dilakukan RDT hasilnya non reatif.

29 April dibawa ke UGD RSUD-EF dengan kondisi badan yang lemah. Karena sejak beberapa hari sebelumnya tak mau makan. Bahkan, obat-obatan yang diberikan dari RS tempat dirawat sebelumnya tak diminum.

Dari hasil pemeriksaan laboratorium kadar gula darahnya ternyata tidak terkontrol. Yang bersangkutan dirawat di bangsal biasa untuk pasien penyakit dalam. Dan kembali dilakukan RDT dengan hasil reaktif.

Berdasarkan hasil RDT tersebut, 30 April perawatan yang bersangkutan dipindahkan ke ruang isolasi Tun Sundari RSUD EF. Dilanjutkan dengan pemeriksaan swab tenggorokan yang hasilnya 3 Mei, pasien ini terkonfirmasi positif.(bl)