Infografis Tim Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 Kota Batam.

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Warga Batam yang terpapar Covid-19 terus bertambah, hingga Jumat (8/5) sudah terkonfirmasi 39 orang positif Covid-19, 22 sembuh dan 6 meninggal. Dari sebelumnya 36 orang yang positif covid-19 kini bertambah 3 pasien dari keluarga kasus nomor 35 (meninggal dunia) yang merupakan warga Bengkong.

“Satu keluarga, istri dan anak-anak kandung kasus nomor 35 yang sejak Kamis (7/5) semalam telah menjalani karantina mandiri di Rusun Tanjung Uncang,” kata Ketua Tim Gugus Covid-19 Kota Batam HM Rudi, melalui rilis Jumat (8/5). Adapun rincian dari kasus terbaru ini adalah seorang perempuan dan dua orang laki-laki.

Dijelaskan Rudi, data ini merupakan hasil pemeriksaan swab oleh tim analis BTKLPP Batam, berdasarkan hasil screening dan tracing closes contact dari kasus 35 yang telah meninggal dunia beberapa waktu lalu.

Riwayat kasus nomor 37 ini merupakan istri dari pasien nomor 35 merupakan klaster terbaru yang masih dalam proses penyelidikan epidemiologi oleh Tim surveilans dan pidemiologi Dinas Kesehatan Kota Batam.

Perempuan berusia 52 tahun ini tinggal di kawasan perumahan
di Bengkong Sadai, Kecamatan Bengkong.

Tanggal 3 Mei lalu yang bersangkutan bersama anak-anaknya telah dilakukan RDT yang hasilnya non reaktif (NR).

Pada 5 Mei dilakukan pemeriksaan swab tenggorokan di Rumah Sakit Budi Kemuliaan Batam.

Selanjutnya kasus nomor 38 adalah laki-laki berusia 19 tahun, seorang mahasiswa. Pasien ini anak kandung nomor 35 dan 37 dan tinggal di alamat yang sama.

Begitu juga kasus nomor 39, remaja berusia 15 tahun ini anak ketiga dari pasangan tersebut. Keduanya juga sudah dilakukan RDT pada 3 Mei lalu dan hasilnya NR dan juga sudah diambil swab.

“Hasilnya baru diterima hari ini ketiganya positif. Dengan kasus 37, 38 dan 39. Sementara hasil swab saudara perempuannya yakni anak tertua almarhum ini dinyatakan negatif,” jelas Rudi.

Saat ini ketiganya sudah dilakukan perawatan di ruang isolasi Paviliun Tun Sundari RSUD Embung Fatimah. Guna penanganan lebih lanjut dan sejauh ini kondisi kesehatannya cukup stabil tanpa ada gangguan kesehatan yang berarti.

Rudi menerangkan, dengan telah diperolehnya hasil pemeriksaan swab tenggorokan terhadap keluarga kasus nomor 35 tersebut tim survelans dan epidemiologi terus bergerak melakukan proses contact tracing dan penyelidikan epidemiologi lebih lanjut terhadap semua orang yang terkontak terutama pada saat kegiatan takziah di rumah duka.

Pihaknya juga mengimbau juga untuk masyarakat yang pernah kontak erat dengan yang bersangkutan dalam waktu dekat ini. Agar melapor dan memeriksakan diri ke Puskesmas setempat sesuai dengan domisili tempat tinggal masing-masing.

Hal ini penting dilakukan agar tim penanggulangan Covid-19 dapat melakukan tindakan pencegahan penularan dan penanganan korban sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku.

Sedangkan anak perempuan kasus nomor 35 sudah bisa pulang. Tapi pihaknya akan melakukan swab ulang kembali untuk memastikan betul-betul sembuh.

“Dia tetap melakukan karantina mandiri selama 14 hari,” kata paparnya. (bl)