Petugas saat mengevakuasi jenazah Musliadi. Foto: Ist

PINANG (BATAMLAGI.COM) – Betapa terkejutnya Jendra Sudirman (25) melihat pemandangan mengerikan di depan matanya. Ia melihat Musliadi (35), kakak kandungnya tergantung di dapur rumahnya.

Kabar itupun menyebar di Kampung Sidomukti. Sekejab saja warga beramai-ramai mendatangi lokasi kejadian, Kamis (7/5) malam.

Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Rio Reza Parindra, kepada wartawan, menjelaskan, Jumat (8/5) sekitar pukul 02.00 WIB, unit identifikasi Reskrim Tanjungpinang mendapat laporan ada warga Kampung Sidomukti gantung diri.

Tim reskrim langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP)di Jalan Cemara Gang Abimayu Kelurahan Pinang Kencana, Kecamatan Tanjungpinang Timur.

Kata Kasat, orang pertama yang menemukan korban tergantung di dapur rumahnya adalah Jendra, adik korban.

Dijelaskan, Musliadi alias Peko diketahui belum berkeluarga dan masih belum bekerja atau menganggur. Tetapi, korban memiliki banyak utang kepada koperasi.

Sepertinya korban tidak kuat menanggung beban, sehingga mengakhiri hidupnya dengan cara tragis.

Dari cerita Jendra kepada polisi, pada Kamis (7/5) sekitar pukul 21.00 WIB, Jendra keluar rumah. Sebelum keluar masih melihat Musliadi sedang duduk di rumah.

Kemudian Jumat (8/5) sekira pukul 00.30 WIB, Jendra pulang dari jualan. Saat masuk ke dalam rumah ia hendak ke kamar mandi sembari menghidupkan lampu dapur. Betapa kaget saat melihat abangnya sudah dalam keadaan tergantung di kayu atap dapur yang belum diplafon.

Tanpa berpikir panjang, Jendra menghubungi saudaranya, Andri. Lalu bersama Andri, menurunkan tubuh korban. Selanjutnya Jendra mengecek nadi serta nafasnya kakaknya, yang ternyata telah meninggal dunia. Selanjutnya pihak keluarga menghubungi pihak kepolisian.

Dari TKP, jajaran Polsek Tanjungpinang Timur mengamankan 1 bilah pisau yang digunakan saksi memotong tali. Seutas tali nilon yang digunakan korban gantung diri, sepasang sandal milik korban.

“Menurut keterangan saudaranya, korban mengakhiri hidupnya dikarenakan korban banyak utang koperasi. Tidak mempunyai riwayat sakit,” kata seorang petugas mengulangi ucapan Jendra.(bl)