Persiapan rujukkan tiga jamaah asal Indonesia dan garin masjid juga dibawa ke RS Khusus Infeksi Galang, Senin (4/5). Foto: Ist

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Setelah beberapa hari jumlah pasien covid-19 stagnan di angka 30, Senin (4/5) Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam, HM Rudi kembali menyampaikan kasus terkonfirmasi positif dari data hasil pemeriksaan swab oleh Tim analis BTKLPP Batam di beberapa rumah sakit di Kota Batam.

Untuk pasien kasus nomor 31, seorang perempuan berinisial usia 36 tahun. Pasien ini merupakan guru. Dan beralamat di kawasan perumahan Batamcentre. Yang bersangkutan pernah kontak dengan kasus terkonfirmasi positif nomor 18 yang merupakan temannya dan saat ini sudah dinyatakan sembuh.

“Yang bersangkutan menyatakan pernah mendampingi temannya tersebut pada saat dirawat salah satu RS Swasta di Batamcentre, ditanggal 20-22 Maret,” terang Rudi melalui rilisnya, Senin (4/5).

Selepas itu pasien ini tidak pernah kontak fisik lagi kecuali hanya
melalui telepon seluler. Sesuai dengan hasil tracing terhadap kasus 18, yang bersangkutan dilakukan RDT, yang pertama, 17 April lalu dengan hasil reaktif.

Kemudian, ditanggal 27 April kembali dilakukan RDT hasilnya juga sama. Selanjutnya di tanggal 30 April, dilakukan pemeriksaan Swab tenggorokan. Hasilnya diketahui, 3 Mei dengan terkonfirmasi positif. Kondisi yang bersangkutan cukup stabil dan tidak pernah merasakan gangguan kesehatan yang berarti, dan dirawat di RSUD Embung Fatimah.

Berikutnya, kasus 32 yakni laki-laki berusia 56 tahun. Dia merupakan jamaah tabligh, WNA asal India. Alamat sementara tinggal di masjid di kawasan Sei Harapan, Kecamatan Sekupang. Yang bersangkutan tiba di Batam dari Pelabuhan Batam Centre pada tanggal 2 Maret menggunakan kapal laut dari Singapura.

“Selanjutnya tinggal dan menetap bersama jamaah tabligh lainnya di salah satu masjid di kawasan Sei Harapan Sekupang,” paparnya.

Kemudian, tanggal 12 April yang bersangkutan dirawat di salah satu RS swasta di kawasan Lubukbaja sehubungan dengan gangguan infeksi pada kaki kanannya akibat penyakit gula yang dideritanya.

Setelah dilakukan tindakan debridement dan perawatan diperbolehkan pulang pada tanggal 15 April. Yang bersangkutan sebelumnya terlebih dahulu telah dilakukan RDT hasilnya non reaktif.

Di tanggal 29 April, pasien ini dibawa ke UGD RSUD-EF dengan kondisi badan lemah. Karena sejak beberapa hari sebelumnya tak mau makan. Bahkan, obat-obatan yang diberikan dari RS tempat dirawat
sebelumnyapun tak diminum. Hasil pemeriksaan laboratorium kadar gula darahnya ternyata tidak terkontrol.

“Yang bersangkutan dirawat di bangsal biasa untuk pasien penyakit
dalam. Dan kembali dilakukan RDT dengan hasil reaktif,” ujar Rudi

Berdasarkan hasil RDT tersebut pada, 30 April, perawatan yang bersangkutan dipindahkan ke ruang isolasi Tun Sundari RSUD EF. Dan dilanjutkan dengan pemeriksaan swab tenggorokan yang hasilnya tanggal 3 Mei, WNA ini terkonfirmasi positif.

Saat ini tim survelans terus melakukan proses penelusuran terhadap semua orang yang berkontak dengan kasus tersebut.

Rudi kembali menyampaikan pasien covid-19 dengan kasus nomor 33 dan nomor 34 yakni;

1. Seorang Perempuan berinisial “Nn. NM” usia 41 Tahun, ASN – Nakes, beralamat di Kawasan Perumahan Batam Centre Kecamatan Batam Kota, merupakan kasus baru Nomor 33 Kota Batam merupakan tenaga kesehatan yang bertugas di salah satu puskesmas di Kota Batam dan pada tanggal 24 Maret 2020 close contact dengan kasus terkonfirmasi positif Nomor 08 Kota Batam yang saat ini sudah sembuh guna melakukan pemeriksaan kesehatan di rumahnya.

Kemudian pada tanggal 09 April 2020 dilakukan RDT dengan hasil “Non Reaktif” selanjutnya diulang kembali pada tanggal 17 April 2020 dan ternyata hasilnya juga “Non Reaktif”. Bersama dengan rekan sejawatnya yang pada tanggal 30 April 2020 yang bersangkutan dilakukan pemeriksan swab tenggorokan yang hasilnya dikatahui pada hari ini terkonfirmasi “Positif”.

Sejauh ini kondisi yang bersangkutan cukup stabil dan tidak pernah merasakan adanya gangguan kesehatan yang berarti, serta sedang proses persiapan untuk melakukan perawatan isolasi guna penanganan kesehatannya lebih lanjut pada rumah sakit rujukan RSUD Embung Fatimah Kota Batam.

2. Seorang Laki-laki berinisial “Tn. I” usia 49 Tahun, Garin Masjid, beralamat di kawasan perumahan Batam Centre Kelurahan Belian Kecamatan Batam Kota, merupakan kasus baru Nomor 34 Kota Batam.

Pada tanggal 27 April 2020 yang bersangkutan berobat di salah satu klinik di sekitar tempat tinggalnya karena mengalami keluhan demam, batuk dan pilek disertai sesak nafas.

Namun demikian keluhan yang dialaminya tersebut tidak berkurang, sehingga pada tanggal 29 April 2020 yang bersangkutan kembali berobat ke salah satu rumah sakit swasta di kawasan Batam Centre dan dilakukan pemeriksan diagnostik laboratorium dan rontgen thorak dengan
kesimpulan “Broncopneumonia + Cardiomegali.

Selanjutnya tim medis yang menanganinya kembali melakukan pemeriksaan lanjutan berupa tindakan RDT yang mana hasilnya menunjukkan “Reaktif (IgG,IgN)” yang akhirnya ditetapkan sebagai PDP dan harus dirawat di ruang isolasi.

Mengingat keterbatasan ruangan isolasi pada rumah sakit tersebut, pasien ini akhirnya di rujuk ke salah satu rumah sakit swasta lainnya di kawasan Kecamatan Lubukbaja.

Guna penanganan kelanjutan perawatan kepada yang bersangkutan kemudian pada tanggal 1 Mei tim medis melakukan pemeriksaan swab tenggorokan dan diperoleh hasilnya pada hari ini dengan kesimpulan terkonfirmasi positif.(bl)