Yusilfa Yeni, pasien nomor 08 yang dinyatakan sembuh dari virus corona usai dirawat di RSBP Batam,Sabtu (18/4). Foto: Batamlagi.com

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Seorang pasien yang dirawat di RS Badan Pengusahaan (RSBP) Batam, positif corona dinyatakan sembuh. Dia adalah Yusilfa Yeni (57), pasien nomor 08 yang merupakan klaster di Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan KB (P3AP2KB) Kota Batam. Kesembuhan ini pasien perdana ini disambut haru.

“Alhamdulillah. Ini kasus pertama, pasien covid-19 yang positif lalu sembuh di Kota Batam,” ucap Tafsil, dokter spesialis paru yang menangani pasien covid-19 di RSBP Batam, Sekupang, kepada wartawan, Sabtu (18/4).

Yusilfa Yeni, ASN ini merupakan pasien nomor 08, mulai dirawat sejak 9 April 2020 lalu. Sementara, rekannya masih menunggu hasil swab.

Dimata Tafsil dan tim medis yang merawat, pasien 08 ini kooperatif. Tetap memperhatikan apa yang dianjurkan oleh tim medis.

“Kalau makan, habis. Pasien dipantau setiap hari. Alhamdulillah 80 persen grafiknya mengalami peningkatan. Di samping ada satu dua pasien yang grafiknya menurun,” kata Tafsil.

Lanjutnya, selama dirawat, pasien covid-19 biasanya mengeluhkan pertama kali dibagian pernafasan. Lalu batuk dan demam. Tapi setelah beberapa hari dirawat, keluhan itu sudah hilang.

“Tapi ada keluhan lain juga seperti muntah dan buang air besarnya encer. Tapi kebanyakan (covid-19) menyerang saluran pernafasan,” jelasnya.

Terkait ruang isolasi menjadi momok menakutkan di masyarakat, Tafsil menyebut, itu tidaklah benar. Pasien yang dirawat, dianjurkan untuk berkomunikasi dengan keluarga, agar tetap semangat berobat. Bahkan, pihak rumah sakit menyediakan wifi gratis untuk pasien.

Berkembang informasi pasien yang di Wuhan, Cina yang sembuh lalu terjangkit positif covid-19, lanjut Tafsil, itu sebenarnya menyangkut imunitas.

“Kalau awalnya pasien dinyatakan positif dan setelah pengobatan dinyatakan negatif artinya imun pasien sudah membentuk. Antibodinya sudah ada. Walaupun nanti setelah sembuh dan dinyatakan positif lagi, untuk penanganannya tidak akan seberat yang pertama karena sudah ada antibodi dalam tubuh pasien,” tutupnya.

Yusilfa Yeni, wanita berdarah Minang ini 2 minggu lebih diisolasi. Ia pun akhirnya dibolehkan pulang. Wanita paruhbaya ini dijemput mobil Isuzu Phanter hitam BP 1356 IY.

Sebelum pulang, ada momen haru. Yusilfa yang hendak pulang mendapat bunga dari perawat. Perawat wanita itu memberikan setangkai bunga yang menjaganya selama ia diisolasi. Dengan harapan tetap semangat untuk sembuh seperti sedia kala.

“Rafli (menyebut nama salah satu perawat itu). Dia yang paling lucu. Caranya berkomunikasi enak didengar,” kenang Yusilfa.

“Kalau bersama pasien lain, kami saling menguatkan. Ngobrol seperti biasa. Begitu juga sama petugas,” tambahnya. Kini, Yusilfa sudah kembali berkumpul dengan keluarganya.

Direktur RSBP Batam dr Sigit Riyarto, mengimbau, kepada pasien yang sudah dipulangkan (negatif) untuk dapat mengisolasi diri di rumah selama 14 hari. Tujuannya untuk lebih meyakinkan dan menjaga kesehatan yang bersangkutan sesuai prosedur.

Sigit mengajak, masyarakat jangan melakukan pengucilan, penolakan kepada mereka yang sembuh dan nantinya yang akan sembuh.

Saat ini, pihaknya sudah memperluas fasilitas yang tadinya biasa sekarang jadi layak.

“Begitu juga saat ini ada 9 orang tenaga medis tapi bukan pegawai di RSBP Batam ikut turun merawat pasien. Ini adalah tim work yang luar biasa,” imbuhnya.(bl)