Walikota Batam HM Rudi. Foto: Batamlagi.com

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Pemberian paket sembako yang dinantikan masyarakat dipastikan distribusikan besok, Sabtu (18/4). Demikian disampaikan Walikota Batam HM Rudi, di Batamcentre.

“Hari ini sudah disiapkan dan didistribusikan besok (Sabtu). Ada sekitar 260 ribu paket sesuai data yang diserahkan ke kami,” tegas Rudi, Jumat (17/4).

Dikatakan Rudi, sembako dibagikan, seluruh masyarakat Batam bisa berdiam diri di rumah. Sesuai dengan imbauan yang dilayangkannya segera. Pembagian sembako tahap I ini berasal dari anggaran Pemerintah Kota (Pemko) Batam sebanyak 192.000 paket, dan selebihnya merupakan bantuan dari para pengusaha.

“Kita punya hanya 192 ribu saja ditambah dengan bantuan dari pengusaha kemarin. Jadi paketlah inilah kita bagikan besok,” ujarnya.

Dijelaskan juga, paket ini sedikit beda karena menggunakan stok dari program paket sembako yang rutin diadakan Pemko Batam setiap tahunnya. Ada yang mendapat 5 kg beras, 2 liter minyak goreng, dan 1 kg gula. Dan ada juga sebagian paket yang berisi 5 kg beras, 2 liter minyak goreng, dan susu kental manis.

“Paketnya ada perbedaan sedikit. Ada dipaket itu susu kental manis ini karena sulit mendapatkan gula. Tapi saya rasa tak usah dipermasalahkan, itu sama nilainya,” jelasnya.

Setelah tahap I ini, pihaknya akan kembali menggelontorkan bantuan sembako kembal pada awal Mei mendatang. Bantuan akan disiapkan untuk waktu 6 bulan, dan dibagikan per bulan. Bantuan sembako tahap II nanti bersumber dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, Pemerintah Kota Batam, dan Badan Pengusahaan (BP) Batam. Paketnya rencananya berisikan 10 kg beras, 3 liter minyak goreng, dan 1 dus mie instan.

Menurutnya, tidak semua warga akan mendapat bantuan ini karena keterbatasan anggaran pemerintah. Dari 400 ribu kepala keluarga yang terdata, pemerintah hanya bisa membantu 260 ribu KK saja. Dengan pertimbangan bahwa masih ada masyarakat mampu yakni seperti ASN dan pekerja perusahaan yang masih beraktivitas.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Batam, H Amsakar Achmad mengatakan, teknis pembagian untuk tiap kecamatan bisa berbeda. Tergantung pada kondisi wilayah kecamatan masing-masing. Sehingga penerapan jaga jarak tetap dilakukan dan tidak ada kerumunan.

“Jadi pembagian selesai di kecamatan, ada yang lewat tokoh masyarakat didistribusikan ke bawah. Ada juga yang lewat kelurahan dan didistribusikan melalui RT/RW. Tidak mesti standar, bisa situasional. Tergantung sistem mana yang paling nyaman bagi warga setempat. Tapi substansinya, yang mengambil jelas. Nanti dilengkapi tanda terima sang istri,” imbuhnya.(bl)