Ketua Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19/ Walikota Batam, HM Rudi. Foto: Batamlagi.com

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Dalam sehari, pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Batam ada lima orang. Hasil swab positif tersebut berdasarkan dari pemeriksaan BTKL PP Batam. Terbanyak dari klaster Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan KB (P3AP2KB) Kota Batam.

Sehingga semua pegawainya dites yang merupakan proses pengambilan sampel lendir dari saluran pernafasan. Dengan cara mengusap tenggorokan melalui mulut dan hidung.

Ketua Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19/ Walikota Batam, HM Rudi dalam rilisnya, Selasa (14/4) malam, memaparkan riwayat perjalanan penyakit para pasien yang semula berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) tersebut.

Kasus 13 seorang laki-laki dan beralamat di Batamcentre, dan ASN Pemko Batam. Pria berusia 42 tahun ini memiliki perjalanan ke Jakarta dari tanggal 4-6 Maret lalu bersama rekan sekantornya. Yang bersangkutan satu kantor dengan kasus 07-08 yang sudah terlebih dahulu terkonfirmasi positif.

Kamis (9/4) lalu, yang bersangkutan bersama rekan sekerjanya yang lain
melakukan Rapid Diagnostic Test (RDT) di salah satu puskesmas dengan kesimpulan hasil reaktif. Kasus 13 diminta oleh tim medis melakukam karantina mandiri di rumahnya karena keadaan umum dalam kondisi sehat.

Sabtu (11/4) yang bersangkutan kembali dilakukan pemeriksaan ulang dengan mengambil sampel swab. Dan hasilnya keluar Senin (13/4) malam.

Berdasarkan hasil anamnesa yang dilakukan saat ini ia mengeluh tenggorokannya terasa sedikit gatal yang diikuti dengan batuk ringan. Namun, keadaan umum fisiknya terlihat sehat dan stabil. Kasus 13 dirawat di ruang isolasi rumah sakit rujukan RSBP Batam.

Berikutnya kasus 14, warga Kota Batam. Berprofesi guru sekolah Swasta di Sukajadi Batam. Terkonfirmasi adalah warga Kota Batam seorang perempuan, berusia 39 tahun. Beralamat di Kecamatan Seibeduk. Berdasarkan anamnesa yang dilakukan yang bersangkutan mengaku pernah berobat di RSUD Embung Fatimah sekitar tiga minggu yang lalu.

Tindakan diagnostik pemeriksaan Laboratorium darah dan dahak oleh tim medis rumah sakit. Hasilnya dokter pemeriksa memberikan penanganan pengobatan TB kepada yang bersangkutan secara rutin.

Perlu diketahui pasien ini, Senin (16/3) lalu pernah bersama dan kontak dekat dengan terkonfirmasi positif 04 yang merupakan rekan kerjanya sesama guru di sekolah yang sama. Sesuai dengan hasil penelusuran (tracing) yang dilakukan tim.

Lalu Rabu (8/4), tim medis salah satu puskesmas melakukan RDT kepada
yang bersangkutan dengan kesimpulan hasil reaktif. Yang bersangkutan untuk dapat melaksanakan karantina mandiri di rumahnya.

Kemudian, Jumat (10/4), Tim BTKLPP Batam melakukan pengambilan sample swab. Pasien ini terkonfirmasi positif setelah hasilnya keluar Senin (13/4) malam juga. Yang bersangkutan telah menjalani isolasi rawat inap di ruang isolasi/PIE RSBP Batam guna penanganan lebih lanjut. Dengan kondisi pasien stabil.

Kemudian, PDP selanjutnya juga ASN Pemko Batam, seorang perempuan berusia 33 tahun. Beralamat di kawasan Batam Centre, yang bersangkutan tidak
memiliki riwayat perjalanan keluar kota. Namun, yang bersangkutan rekan satu kantor dengan kasus 07, 08 dan 13.

Sehubungan telah ditetapkannya terkonfirmasi positif rekan sekantornya tersebut. Pada Sabtu (11/4), yang bersangkutan bersama rekan sekerjanya yang lainnya melakukan pemeriksaan sample swab di salah satu rumah sakit swasta di kawasan Batam Centre. Selasa (14/4) diterima informasi atas nama yang bersangkutan terkonfirmasi positif. Selanjutnya ditetapkan sebagai kasus baru nomor 15 Kota Batam.

Saat diperiksa lebih lanjut yang bersangkutan tidak merasa ada gangguan kesehatan yang berarti. Kecuali setelah mendapat informasi
mengenai hasil swabnya tersebut tenggorokannya terasa sedikit gatal. Namun, keadaan umum fisiknya terlihat sehat dan stabil. Dan saat ini yang bersangkutan dalam proses persiapan untuk dilakukan perawatan di ruang isolasi rumah sakit rujukan RSBP Batam guna penanganan medis lebih lanjut.

“Sesuai dengan gambaran dari kasus-kasus sebelumnya dan hasil tracing yang telah dilakukan oleh tim. Kami sampaikan bahwa saat ini Batam semakin diyakini telah terjadi kasus transmisi lokal, dengan kasus terbanyak pada klaster kantor di mana ASN tersebut bertugas,” kata Rudi.

Melihat kondisi ini tim gugus saat ini masih terus bekerja secara optimal guna melakukan proses kontak tracing terhadap semua orang yang ditengarai telah kontak dengan kasus sebelumnya.

Rudi juga mengatakan, ada dua kasus baru diperoleh dari hasil swab dari BTKL PP. Keduanya perempuan. Pasien yang teridentifikasi pasien nomor 16 berusia 38 tahun. Ia seorang ASN tenaga kesehatan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan tingkat pertama di bilangan Batuaji. Tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar Batam, tetapi melakukan kontak dekat dengan pasien 09, yang merupakan rekan sekerjanya.

Karena pasien 09 terkonfirmasi positif, maka pihaknya kemudian melakukan Rapid Diagnostic Test (RDT) terhadap pegawai Fasyankes dan diperoleh hasilnya pasien 16 ini reaktif, sehingga tanggal 10 April diambil swabnya, baru kemudian hasilnya keluar hari ini.

Terkonfirmasinya pasien 16 ini, maka penyebaran virus corona sudah naik menjadi level kedua, yang artinya tidak hanya tersebar pada kontak primer, namun juga tersebar pada kontak sekunder. Seperti kasus pasien 09 menularkan pada pasien 16. Sedangkan pasien 09 terkena dari ibu yang merupakan pasien 08.

Berdasarkan hasil anamnesa (teknik pemeriksaan medis pertama) yang dilakukan saat ini, yang bersangkutan mengaku tidak merasakan adanya gangguan kesehatan yang berarti. Saat ini pasien telah dilakukan perawatan di ruang isolasi/PIE rumah sakit rujukan RSBP Batam guna penanganan medis lebih lanjut.

Untuk pasien 17, Rudi menjelaskan, pasien perempuan ini merupakan ASN di lingkungan P3AP2 KB Kota Batam, usianya 51 tahun.

Dari pengakuan pasien, tanggal 27 Maret 2020 pernah berobat di IGD RS swasta dekat tempat tinggalnya di Batam Centre. Keluhan yang dialami sedikit demam dan batuk-batuk serta adanya gangguan lambung. Kemudian diberikan obat dan diperbolehkan pulang. Tanggal 2 April, pasien ini juga sudah RDT, dan hasilnya non reaktif.

Karena dua rekan sekerjanya dikonfirmasi positif Covid-19, maka pasien ini juga diambil sampel swab pada Jumat (10/4). Hasilnya Rabu, terkonfirmasi positif.

Rudi juga memastikan, jika pengambilan sampel swab ini dilakukan kepada seluruh pegawai P3AP2 KB Kota Batam. Pasien ini memiliki riwayat penyakit maag kronis dan pernah operasi tiroid menjalani perawatan di ruang isolasi RSBP Batam. Total ada 8 pasien positif Covid-19 dari klaster P3AP2 KB Kota Batam yakni; pasien 07, 08, 09, 10, 13, 15, 16 dan 17.(bl)