Petugas Kanwil DJBC Kepri saat mengamankan kapal berikut rokok luffman ilegal. Foto: Ist

KARIMUN (BATAMLAGI.COM) – Penyelundupan rokok merek Luffman terus berlanjut. Tak tanggung-tanggung nilainya hingga puluhan miliar rupiah. Hanya saja, aksi para penjahat itu tercium aparat Bea Cukai. Sehingga kapal beserta muatannya diamankan. Namun para pelaku sudah lari.

Kakanwil DJBC Kepri, Agus Yulianto, Senin (13/4) sore, mengatakan, pada Minggu (12/4), dalam operasi Laut Terpadu Jaring Sriwijaya Tahun 2020, jajaran Kantor Wilayah Khusus DJBC Kepri bekerja sama dengan pangkalan sarana Operasi Tipe A BC Tanjungbalai Karimun berhasil menggagalkan 10 jutaan batang rokok tanpa cukai.

Penegahan barang ilegal hasil tembakau ini berawal saat, pekan lalu pihak Kantor Wilayah DJBC Khusus Kepulauan Riau mendapat informasi dari Kantor Wilayah DJBC Aceh tentang adanya kapal kayu bermuatan barang ilegal.

Kemudian pada pukul 17.30 WIB, tim patroli Bea Cukai Kepri melakukan penyisiran dan akhirnya menjumpai kapal kayu sesuai dengan informasi dari Kantor Wilayah DJBC Aceh.

Pada saat ditemukan oleh petugas, KM Milenium sudah berada di Perairan Peureula, dalam kondisi tidak bergerak. Lambung kapal miring kiri.

“Selanjutnya dilakukan pemeriksaan, tidak ditemukan seorang pun di atas kapal maupun di area sekitar perairan tersebut,” ujar Agus Yulianto.

Usai dilakukan pemeriksaan, penelitian, pendalaman serta proses lebih lanjut, kapal kayu KM Milenium GT 25 dibawa menuju Kantor Wilayah DJBC Aceh atau KPPBC Langsa.

Saat dilakukan pencacahan ternyata ada sebanyak 10,2 juta batang rokok ilegal.

“Diperkiraan nilai barang tersebut mencapai Rp 10,3 miliar lebih, dengan potensi kerugian negara sebesar Rp 11,3 miliar lebih,” pungkasnya.
(bl)