Kasat Reskrim, Kompol Andri Kurniawan, saat konferensi pers terkait kasus penyelundupan rokok, Sabtu (11/4). Foto: Ist

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Kasus penyelundupan ribuan dus rokok Luffman ilegal yang ditangkap Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri dilimpahkan ke Polresta Barelang. Kasus tersebut dirilis Kapolresta Barelang, AKBP Purwadi Wahyu Anggoro melalui Kasat Reskrim, Kompol Andri Kurniawan, Sabtu (11/4).

Dalam rilisnya, pihak Polresta Barelang menyebut telah menetapkan Ju (Jumali) sebagai tersangka kepemilikan rokok sebanyak 1.300 Dus tersebut.

Dijelaskan, Ju ditangkap petugas saat sedang memuat rokok yang tidak mencantumkan peringatan kesehatan berbentuk gambar, sebagaimana yang dimaksud dalam rumusan pasal 199 junto Pasal 114 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Karena perbuatannya itu, Ju terancam hukuman penjara paling lama 5 tahun.

Kronologinya, rokok ilegal itu masuk ke Batam melalui Singapura. Sesampai di Batam, ribuan dus rokok itu diturunkan di Jembatan 4 Barelang. Lalu dibawa ke rumah Ju di bilangan Tiban. Dan dibawa lagi ke pelabuhan tikus Telaga Punggur untuk diseludupkan ke wilayah Kijang – Riau.

Kepada polisi Ju mengaku, rokok ‘haram’ itu dipesan dari Mr L, dengan perjanjian pembayaran dilakukan setelah rokok terjual. Hanya saja, siapa pemilik rokok itu, belum diketahui. Begitu juga dengan siapa pemilik speedboat dan mobil box yang mengangkut ribuan dus rokok itu.

Informasi di lapangan,¬†penyelundupan rokok kerap tertangkap karena memasok rokok tanpa cukai di wilayah Kepri, Riau Daratan hingga Sumatera. Namun, pengusaha yang ‘bermain’ masih melenggang.

Sedangkan saat bertransaksi, para penyenludup rokok tanpa pita cukai biasanya langsung melakukan transaksi ship to ship di tengah laut. Sehingga bebas dari pantauan pihak berwajib.

Sebelumnya, kapal yang mengangkut rokok ilegal itu ditangkap Tim patroli Sea Rider KP. Yudistira – 8003 Korpolairud Baharkam Polri di pelabuhan tikus Telaga Punggur, Kecamatan Nongsa, Batam pada Selasa tanggal 7 April 2020 sekitar pukul 21.00 WIB. Dari kapal berwarna hitam itu diamankan ribuan dus rokok non cukai. Tujuh mesin tempel merek Yamaha 300 PK dan enam mobil mitsubishi.(bl)