Infografik statistik Covid-19 pada pukul 12.00 WIB (10/4). Batamlagi,com/covid19.go.id

KEPRI (BATAMLAGI.COM) – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kepulauan Riau menyatakan, pasien positif terpapar virus corona di Kepri berjumlah 23 orang per tanggal 10 April 2020.

Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Riau, Tjetjep, Jumat (10/4), kepada wartawan mengatakan, 23 orang positif Covid-19 itu dengan rincian, 12 orang di Tanjungpinang, 10 orang di Batam dan 1 di Karimun.

Sebelumnya pada Kamis (9/4), jumlah pasien positif Covid-19 berjumlah 10 orang di Tanjungpinang, 10 orang dari Batam, dan 1 orang Karimun. Belakangan ada penambahan 2 orang dari Tanjungpinang.

“Hari ini, Jumat (10/4), dua orang dinyatakan positif di Tanjungpinang. Jadi keseluruhan 23 orang di Kepri positif Covid-19,” ujarnya. Sementara, data dua pasien tersebut tak memiliki riwayat perjalanan.

Sementara, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 melalui Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto melaporkan, virus corona jenis baru telah menginfeksi 34 provinsi di Indonesia setelah Gorontalo mencatat satu kasus sehingga total kasus positif sebanyak 3.512 per Jumat (10/4).

Achmad Yurianto dalam konferensi pers di Graha BNBP di Jakarta, Jumat, mengatakan, sebanyak 282 pasien sembuh dan 306 orang meninggal dunia. Ada penambahan kasus positif baru sebanyak 219 kasus sehingga total menjadi 3.512 kasus. Sembuh bertambah 30 pasien dan angka kematian 26 kasus.

Pada Kamis (9/4) tercatat 3.293 kasus positif Covid-19 dengan 252 pasien sembuh dan 280 pasien lainnya meninggal dunia.

DKI Jakarta masih menjadi episentrum wabah di Indonesia dengan catatan kasus sekitar 50 persen dari jumlah nasional, yakni sebanyak 1.753 kasus infeksi dan 154 kasus kematian.

Dalam kurun waktu 24 jam, dilaporkan sebanyak 47 orang terinfeksi dan 12 pasien meninggal dunia di Jakarta, mengingat angkanya per hari kemarin masing-masing 1.706 kasus positif Covid-19 dan 142 kasus kematian.

Dari data yang dihimpun Kementerian Kesehatan tersebut juga terlihat bahwa penambahan kasus terbanyak selanjutnya terjadi di Jawa Timur dengan 33 kasus baru dan Sulawesi Selatan dengan 29 kasus baru.

“Kemudian di Banten dan Jawa Barat dengan penambahan masing-masing sebanyak 25 dan 12 kasus baru,” paparnya.(bl)