Ilustrasi korban pencabulan. Foto: ist

PALEMBANG (BATAMLAGI.COM) – Pria bernama Johani (37) yang mengaku sebagai dukun ditangkap polisi dengan tuduhan mencabuli gadis berinisial NS (20), warga Jalur 17, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel).

Dilansir jpnn.com, kejadian bermula, saat NS mengaku hamil di luar nikah setelah berhubungan badan dengan sang pacar. Korban minta dicarikan dukun yang bisa mengecek kehamilan sekaligus bisa menggugurkan janin.

Lalu, pacar korban meminta pelaku datang ke rumah kontrakan seorang temannya di kawasan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami, Palembang, Senin (6/4/) malam.

Pelaku yang merupakan warga Dusun Muarakati, Kecamatan Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas (Mura), itu mengaku kepada korban sebagai orang pintar alias dukun.

Sebelum dinodai, tersangka mengecek sekaligus pura-pura bisa mengugurkan jika memang benar hamil. Tersangka juga mengaku punya ilmu, belajar dari gurunya. Dapat jenglot, batu-batuan, kain putih, dan buku-buku tulisan huruf Arab dari guru aku dari suku primitif di kawasan hutan dalam Jambi. Dan belajar sudah sejak tahun 1998. Sehingga bisa mengobati orang sakit.

Saat bertemu korban, pelaku memintanya mengenakan kain putih. Sambil mulutnya komat-kamit membaca jampi-jampi. Selanjutnya mengurut perut korban. Awalnya memang korban menolak. Tersangka pun mulai main ancam.

Untuk memuluskan aksinya, pelaku mengancam pakai jenglot yang katanya haus darah, dan akan membunuh salah satu di antaranya, korban atau pacarnya, jika tidak mau menuruti ritual bersetubuh.

“Akhirnya dia (korban), diam. Nurut kata aku, tiga kali aku setubuhi,” aku pelaku.

Kapolsekta Sukarami Kompol Irwanto SIK mengatakan, pihaknya menangkap pelaku setelah mendapatkan laporan.

“Dijerat dengan pasal tentang pemerkosaan. Bisa saja, ada korban lainnya selain korban NS ini. Saat ini, baru ada satu korban yang melapor, masih terus dalam penyelidikan,” terangnya.

Korban NS kepada polisi menceritakan, saat kejadian juga mengaku terlambat menstruasi dua bulan. Ia lalu minta tolong kenalannya, minta dicarikan dukun dan bertemulah dengan tersangka Johani.

“Dia (pelaku) nyuruh aku pakai kain putih saja, yang disiapkannya,” terang korban.

Beberapa saat diurut, dukun cabul tersebut mulai melancarkan bujuk rayu dan ancamannya.

“Dia (pelaku) langsung lihatin jenglotnya. Dan kalau tidak aku turuti kehendak dia, aku atau cowok aku ada yang bisa celaka. Setelah diperiksa pakai test pack, ternyata aku tidak hamil, ini buktinya,” kata NS.(*/bl)