Siswi Batam yang nekat ‘jual diri’ saat diamankan di kantor polisi. Foto: ist

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Jajaran Polsek Batuaji berhasil membongkar kasus perdagangan manusia dengan dua pelaku yang masih di bawah umur berinisial HK (15) dan NO (16). Pelaku berperan sebagai mucikari dengan cara menawarkan atau ‘menjual’ anak di bawah umur kepada pria hidung belang.

Menurut Kapolsek Batuaji, Kompol Syafruddin Dalimunthe, Kamis (2/4), bisnis haram tersebut terbongkar saat tim Opsnal Polsek Batuaji menyamar sebagi konsumen. Dua wanita muda dibooking melalui online. Lantas HK dan NO melakukan COD (Cash on Delivery) di hotel yang ada di bilangan Batuaji.

“Rabu (1/4) malam, anggota pura-pura sebagi konsumen dan memesan dua wanita sekaligus dengan bayaran Rp 1,5 juta per orang (shortime),” terangnya.

Setelah deal, kata Syafruddin Dalimunthe, HK dan NO mengantar dua korban berinisial AN (15) dan DE (15). Petugas yang sudah sigap langsung mengamankan 4 orang itu dan dibawa ke Mapolsek Batuaji.

“Satu pelaku berinisial HK merupakan laki-laki. Mucikari dan korban masih sama-sama di bawah umur,” terangnya lagi.

Atas kelakuannya itu, HK dan NO terancam Undang-Undang Perlindungan Anak pasal 88 dengan hukuman maksimal 10 tahun penjara.

“Kami masih melakukan pengembangan, kita yakin masih ada korban yang lain,” paparnya.

Sementara itu, AN yang ditanya wartawan atas kelakuannya itu mengaku, ia semula ditawari pekerjaan oleh NO. Meski demikian ia ngikut saja, padahal dirinya tahu dari DE, jika DE akan ‘dijual’ kepada pria hidung belang.

“Saya terpaksa melakukan itu, sebab uang saya tidak ada,” aku AN.

Menurut AN, dirinya masih sekolah dan duduk di bangku SMP kelas 3. Dan perbuatan tak senonohnya itu sama sekali tak diketahui kedua orang tuanya.

“Saya menyesal pak, apalagi orang tua saya belum tahu jika saya melakukan pekerjaan ini,” tutupnya.(bl)