Api membumbung tinggi di jalan tepi laut, Kolong, Kecamatan Karimun, Kabupaten Karimun, Senin (30/3) dinihari. Foto: Batamlagi.com

KARIMUN (BATAMLAGI.COM) – Api dari kebakaran itu membumbung tinggi di area pinggir jalan tepi laut, Kolong, Kecamatan Karimun, Kabupaten Karimun, Senin (30/3) sekitar pukul 02.30 WIB. Sejumlah kios dan pompong dilaporkan ludes terbakar. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Warga pun banyak yang tersentak kaget dengan peristiwa itu. Karena bersamaan dengan waktu istirahat.

“Saat itu saya sedang tidur di tempat jualan sejak 5 hari tutup lantaran untuk mencegah penyebaran virus corona. Sekitar pukul 02.30 WIB lah kejadian. Terdengar ada suara, saya kira orang gedor pintu, rupanya suara ledakan mungkin dari tabung Gas, saya bangun dan rupanya api udah dekat dengan saya,” ujar warga di lokasi kejadian.

Karena api cukup kuat saat ditiup angin, sejumlah pedagang tidak dapat menyelamatkan hartanya.

“Semua habis rata tak ada tersisa, kerugian banyak lah pak. Rata semua terbakar api,” tambahnya.

Kasi penegakan Pol PP Kabupaten Karimun R Toni Sugestiana yang berada di lokasi kejadian mengatakan, diduga kuat penyebab kebakaran berasal dari bengkel las.

“Dari sejumlah keterangan api diduga berawal dari salah satu kios di bengkel las tepatnya di bagian belakang. Terjadi percikan api dan kemudian ada suara ledakan, diduga merupakan ledakan dari tabung gas,” ujar Toni.

Data yang dihimpun di lapangan, 13 kios dan 4 pompong hangus terbakar. Kerugian seluruhnya ditaksir mencapai miliaran rupiah.

Lokasi kebakaran itu cukup banyak berdiri sejumlah kios pertokoan tempat jualan barang bekas perabot, tukang jahit, parut kelapa bengkel las, rumah makan serta penjual BBM seperti bensin mini, bensin botolan.

Bupati Karimun H Aunur Rafiq mendatangi lokasi kebakaran, Senin (30/3) pagi, didampingi Wakil Bupati Karimun, H Anwar Hasyim, Kapolres Karimun, AKBP Yos Guntur Yudi FS.

Bupati meminta agar warga di lokasi tersebut tidak lagi berjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) serta tidak melakukan pembangunan.

“Kita minta untuk tidak ada pembangunan dahulu. Biarkan polisi bekerja dulu,” ujarnya.(bl)