Ilustrasi murid sekolah dasar. Foto: Batamlagi.com

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Pemerintah pusat memutuskan meniadakan ujian nasional (UN) tahun 2020 yang akan dilaksanakan April mendatang. Keputusan ini diberlakukan sebagai pencegahan penyebaran virus corona atau covid-19.

“Pelaksanaan UN tahun ini ditiadakan sesuai keputusan dari pusat. Karena dampak dari wabah virus (Covid-19) ini,” ujar Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Batam, Hendri Arulan, Rabu (25/3).

Hendri Arulan mengatakan, peniadaan UN merupakan keputusan dari pusat. Demi keselamatan kesehatan orang banyak sehingga penghapusan UN dinilai cukup tepat di tengah-tengah mewabahnya Covid-19 di Indonesia.

Untuk di Batam, diakuinya, persiapan pelaksanaan UN sudah rampung dan siap dilakukan baik tingkat SD dan SMP. Meski demikian, pihaknya harus mengikuti keputusan yang sudah dikeluarkan oleh pusat.

“Kalau persiapannya UN kita sudah rampung dan menunggu waktu saja. Tapi kembali lagi, daerah ini hanya menjalankan keputusan dari pusat. Tapi kami sudah sampaikan ke pak Wali (Rudi),” ujarnya.

Dijelaskan juga, berdasarkan Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 4 tahun 2020, penentuan kelulusan siswa akan dihitung berdasarkan 5 semester terakhir, dan semester genap di kelas 9 bisa ditambahkan sebagai nilai kelulusan siswa.

Di mana akumulasi nilai yakni semester I dan II di kelas 7 dan 8, serta semester pertama kelas 9. Kemudian, untuk nilai ijazah akan menambahkan nilai semester 6 atau terakhir.

“Kita ikuti surat edaran. Kan sudah ada formulanya. Jadi pihak sekolah tinggal menghitung saja, untuk nilai akhir nanti,” pungkasnya.

UN ditiadakan untuk tingkat sekolah menengah atas (SMA) atau setingkat Madrasah Aliyah (MA), sekolah menengah pertama (SMP), atau setingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan sekolah dasar (SD) atau setingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI).(bl)