Ketua Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Batam, Amsakar Achmad. Foto: Batamlagi.com

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Ketua Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Batam, Amsakar Achmad mengatakan, warga yang masuk kategori Orang Dalam Pantauan (ODP) disisir di 12 kecamatan se-Batam. Jumlahnya mencapai ribuan orang.

“Dari hasil penyisiran diketahui ada 1.571 orang yang masuk dalam kategori Orang Dalam Pantauan (ODP),” ujar Amsakar, Senin (23/3).

ODP yang dimaksud adalah orang yang memiliki gejala batuk dan pilek, tapi tidak gejala pneumonia (Radang paru-paru). Bisa juga orang yang pulang dari daerah terjangkit dan membawa gejala.

Dijelaskan Amsakar, ribuan orang yang dinyatakan terkait dengan kasus Covid-19, beberapa di antaranya berhubungan langsung dengan pasien positif terjangkit virus corona.

“Ada satu orang yang masuk dalam kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP),” kata Amsakar.

Amsakar meyakini, bila orang tersebut belum dikategorikan terkait covid-19, tapi terus dipantau. “Sudah berobat dan dipulangkan ke rumahnya,” ujarnya.

Dari ribuan orang ODP tersebut, kata Amsakar, 834 orang akan menjalani karantina mandiri (Self monitoring). 737 orang masuk kategori perlu dicek lebih lanjut dengan cara dikarantina di fasilitas yang disiapkan pemerintah.

“Khusus 737 ini, untuk warga yang didata di bagian timur dibawa ke Asrama Haji. Wilayah barat ke rusun BP Batam di Tanjunguncang,” terangnya.

Ia mengimbau dalam upaya penyisiran terhadap orang terkait Covid-19, agar camat berperan aktif memberitahukan kepada masyarakat, sehingga saat petugas di lapangan tak membuat masyarakat panik dan resah.

“Saya minta rekan camat komunikasikan dengan baik dengan masyarakat supaya tidak panik,” pinta Amsakar.

Dijelaskan juga, dari 1.571 ODP itu sudah termasuk jamaat yang diduga melakukan kontak dengan pendeta, korban meninggal atau pasien 01 Covid-19 di Batam. Mereka sukarela melaporkan sendiri.

“Dari jumlah tersebut, 20 orang sudah mendiami rusun BP Batam Tanjunguncang untuk karantina. Sedangkan 25 orang menjalani karantina mandiri,” tutupnya.(bl)