Kepala Dinas Kesehatan Kepri, Tjejep Yudiana. Foto: Batamlagi.com

KEPRI (BATAMLAGI.COM) – Kepala Dinas Kesehatan Kepri, Tjejep Yudiana menyebutkan, jumlah pasien Orang Dalam Pengawasan (ODP) suspect virus corona di Kepri, yang terbanyak adalah berada Kota Batam.

“Berdasarkan catatan terakhir Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, pada 17 Maret 2020 sudah terdata 114 orang suspek corona. Paling banyak tercatat dari Batam,” ujar Tjejep Yudiana saat ekspos kasus virus corona di Kantor BNPB daerah Jalan Tugu Pahlawan, Tanjungpinang, Selasa (17/3) sore.

Dikatakan Tjejep, ada 114 pasien suspect virus corona se-Kepri. Dengan rincian di Batam ada 60 orang, Tanjungpinang 29 orang, Anambas 2 orang, Bintan 6 orang dan Karimun tercatat 17 orang.

Sedangkan pasien dalam pengawasan (PDP) di seluruh Kepri, semua ada 28 orang. Rinciannya di Batam ada 18 PDP, Tanjungpinang 6, Anambas 2 pasien, Natuna 1, Karimun 1 orang dan Bintan nihil.

Sedangkan yang positif virus corona, sejauh ini hanya 1 orang pasien inisial TK (71). Dan pasien ini terus dalam pantauan pihaknya. “Kita akan pantau terus pasien tersebut. Berbagai langkah penanganan pasien, telah kita lakukan,” ujar Tjejep.

Sementara itu, terhadap TK, warga Kota Tanjungpinang itu telah dilakukan penanganan secara khusus dan juga kepada beberapa kerabat dekatnya. “Saat ini (TK), sedang diisolasi di RSUP (Raja Ahmad Tabib),” sebutnya.

TK kesehariannya berjualan tahu di pasar Tanjungpinang. Lebih detail, Tjejep menjelaskan, yang bersangkutan, awalnya pernah melakukan perjalanan ke Malaysia pada 5 Maret, bersama beberapa orang keluarganya. Tujuan dia ke Malaysia itu, untuk berobat penyakit hipertensi dan teroidnya di salah satu RS di Situlang Laut.

Di Malaysia, TK tak menginap. Selesai berobat, dia langsung pulang ke Tanjungpinang. Lalu, pada tanggal 10 Maret, yang bersangkutan mengeluh. Katanya, sesak nafas. Batuk. Mual-mual, serta sakit tenggorokan.

Keluarganya membawa berobat ke salah satu rumah sakit di Tanjungpinang, pada tanggal 13 Maret. Tanggal 14 Maret pun, dilakukan pemeriksaan terhadap TK. Dokter mendiagnosa TK terjangkit virus corona. Sejak itu, TK pun dikarantina.

“Hasilnya baru diumumkan hari ini, Selasa (17/3), bahwa yang bersangkutan positif covid-19,” pungkasnya.(bl)