Pihak PT Bandar Abadi saat memberi keterangan pers, Senin (16/3). Foto: ist

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Kasus tewasnya satu pekerja di galangan kapal PT Bandar Abadi, Tanjunguncang, Batuaji terus diselidiki pihak kepolisian. Atas insiden maut itu, pihak PT Bandar Abadi menyebut sudah menjalankan aturan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) sebelum melakukan pekerjaan.

HRD manager PT Bandar Abadi, Cahyono, menjelaskan, pada Sabtu (14/3) pagi, ada tugboat Maju Jaya yang melakukan docking. Kapal tersebut akan di-repair oleh karyawan dari subkon dan ada juga karyawan PT Bandar Abadi.

“Di dalam kamar mesin, ada sebelas karyawan serta satu orang ABK,” ucapnya saat jumpa pers, Senin (16/3) siang.

Kata Cahyono, sebelum melakukan pengerjaan atau membuka main hole tugboat, PT Bandar Abadi sudah terlebih dahulu melakukan sterilisasi. Dan saat beraktivitas, tidak ada pekerjaan pengelasan dan pemotongan di area itu.

“Tanpa ada rekonstruksi, seseorang melakukan pengelasan hingga┬ámenimbulkan percikan api. Lalu dari dalam tugboat keluar sisa gas,” ucapnya.

Dengan adanya kasus tersebut, PT Bandar Abadi menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini ke pihak kepolisian. Bahkan pihaknya, tambahnya, tak akan menutup-nutupi kasus tersebut.

“Kami tidak ada menutupi kasus ini, kita terbuka. Biarlah polisi yang mengungkap kasus ini, sebab tidak ada orang yang ingin celaka,” tegasnya.

Terkait hak karyawan, PT Bandar Abadi akan tetap mengikuti aturan. Dan apa saja hak korban akan dipenuhi sebagai mana aturan yang berlaku.

“Tentu kita harus bertanggung jawab, apa saja hak normatifnya akan kami kawal,” ucapnya.

Cahyono juga menjelaskan, dalam insiden itu ada 7 korban yang terdampak. 1 meninggal dunia, 1 sudah pulang ke rumahnya karena sudah normal dan 5 lagi mendapatkan perawatan medis.

Sementara itu, Kapolsek Batuaji, Kompol Syafruddin Dalimunthe mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan dan memeriksa para saksi.

“Kami terus melakukan penyelidikan dan meminta keterangan para saksi,” ucapnya kepada wartawan.(bl)