Guskamla Koarmada I saat mengekspos kasus perompakan kapal asing, Senin (16/3). Foto: Batamlagi.com

KARIMUN (BATAMLAGI.COM) – Tiga perompak berhasil dibekuk Guskamla Koarmada I. Dua jadi buronan. Para pelaku merompak MV Sam Jaguar, kapal berbendera Liberia jenis Bulk Carier, di perairan antara Timur, Pulau Karimun dan Barat Pulau Nipah. Para pelaku merupakan residivis.

Danguskamla Koarmada I, Laksamana Pertama TNI Yayan Sofyan S.T, mengatakan, pengungkapan kasus ini berawal pada Senin (16/3) pukul 04.45 WIB, setelah ada laporan dari MSTF yang menginformasikan adanya orang tak dikenal naik ke kapal MV Sam Jaguar, yang diduga akan melakukan pencurian di atas kapal tersebut.

Selanjutnya, pukul 05.00 WIB, ILO Singapura juga menerima informasi yang sama, kemudian meneruskan laporan kejadian tersebut kepada Guskamla Koarmada I, kemudian Danguskamla Koarmada I, Laksamana Pertama TNI Yayan Sofyan S.T, memerintahkan unsur operasi di bawah BKO Guskamla Koarmada I, yakni KRI Halasan-630, Helly BO 105 HE-4108 TNI AL dan berkoordinasi dengan Lanal TBK, Lanal Batam dan Posal Pulau Nipah untuk menindak lanjuti informasi tersebut.

Sekitar pukul 05.20 WIB, personil Posal Pulau Nipah melaksanakan pencarian di perairan antara Timur Pulau Karimun dan Barat Pulau Nipah dan ditemukan MV Sam Jaguar pada posisi 01.08.558 U – 103.33.096 T. Kemudian personel Posal Pulau Nipah berkoordinasi dengan Crew Kapal MV Sam Jaguar untuk ijin naik ke kapal.

“Pukul 05.30 WIB perompak terdeteksi di ruang mesin kapal dan dilaksanakan penyergapan dan berhasil dilumpuhkan sebanyak tiga orang,” terang Danguskamla Koarmada I, Laksamana Pertama TNI Yayan Sofyan S.T, saat ekspos.

Hadir Danlanal Karimun, Letkol Laut (P) Mandiri Kartono M.M, Kapolres Karimun, AKBP Yos Guntur Yudi FS, Sik Kajati Karimun, dan sejumlah unsur lainnya, Senin sore di atas kapal KRI Siwar-646.

Selanjutnya, kata Yayan Sofiyan, sekitar pukul 09.00 WIB, KRI Halasan-630 sandar di MV. Sam Jaguar, lalu penanganan terduga pencuri dilakukan tim VBSS KRI Halasan-630.

“Dari tiga pelaku yang diamankan 2 di antaranya merupakan residivis dalam kasus yang sama pada tahun 2015, dan kini melakukan kembali. Untuk itu kita TNI dan Polri terus akan menumpas kejahatan di laut yang mengganggu pelayaran, dan untuk itu kita nyatakan wilayah Indonesia aman dari aksi seperti ini, karena kita akan melakukan penegakan hukum,” tambahnya.

Didapat keterangan awal bahwa tersangka berangkat pada Jumat (14/3) melalui Pantai Pongkar, di wilayah Karimun.

“Para pelaku warga Karimun, mereka menggunakan boat pancung dengan jumlah personel 5 orang, tiga yang kita lumpuhkan, dua lagi masih kita kejar, untuk Identitasnya sudah kita dapati,” tegasnya lagi.

Dalam melakukan aksinya para pelaku mencuri sparepart kapal yang kemudian akan dijual ke Jakarta melalui ekspedisi kapal.

Tiga pelaku yang ditangkap yakni Juhdi, Wasna Blebes dan Caskadi. Ketiganya diduga kuat merupakan jaringan lama yang sudah pernah ditangkap TNI AL.

“Pelaku atas nama Wasna Blebes dan Caskadi pada tahun 2015 sudah pernah melakukan perompakan kapal MV Marlin dan dijatuhi hukuman empat tahun penjara,” pungkasnya.(bl)