Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Herie Pramono. Foto:ist

KARIMUN (BATAMLAGI.COM) – Seorang wanita berinisial RI (40) harus mendekam di dalam sel tahanan kepolisian Polres Karimun. Wanita yang bekerja sebagai mucikari yang biasa dipanggil mami ini diketahui ‘menjual’ anak di bawah umur.

Dalam prostitusi terselubung itu, pelaku ‘memperdagangkan’ anak baru gede (ABG) sekali kencan kepada pria hidung belang dengan tarif Rp 1,3 juta. Untuk menjaring pelanggan, pelaku menggunakan aplikasi hape pintar.

Kelakuan pelaku ini akhirnya tercium jajaran Sat Reskrim Polres Karimun. Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Herie Pramono mengatakan, selanjutnya jajarannya melakukan penyelidikan atas informasi tersebut.

“Kita lakukan pendalaman, kemudian kita ikuti. Dan kita lakukan pengembangan, dari situ akhirnya berhasil kita ungkap,” ungkap AKP Herie Pramono.

Dikatakan Herie, pengungkapan berhasil dilakukan pada Senin (9/3) sekitar pukul 13.00 WIB. Setelah memastikan lokasi dan aktiftas esek-esek itu, pihaknya menggerebek kamar bernomor 321 di salah satu hotel di Coastal Area.

“Saat digerebek kita dapati laki-laki dan perempuan yang diketahui bukan pasangan suami istri resmi dalam keadaan tanpa busana. Usai diintrogasi kemudian kita kembangkan,” ungkap Herie.

Selain mengamankan pasangan tersebut, polisi juga mengamankan barang bukti uang Rp 1 juta yang merupakan hasil bokingan, alat kontrasepsi dan handphone milik wanita muda tersebut.

Dari hasil interogasi diketahui, jika gadis penjaja seks itu mendapat tawaran dari RI untuk melayani pria di hotel tersebut.

“Kita langsung kembangkan, dari wanita tadi kemudian kita dapati RI yang ternyata merupakan mucikari alias pelaku yang menawarkan pekerja-pekerja seks muda. Pelaku kemudian kita amankan saat itu juga,” tambah Herie.

Dari pelaku RI, polisi menyita uang tunai Rp 300 ribu yang merupakan fee dari kegiatannya mencarikan tamu pria.

“Harga ST (Short time) Rp 1,3 juta. Dimana Rp 1 juta buat pekerja seksnya, dan uang Rp 300 ribunya merupakan fee untuk pelaku,” paparnya.

Pelaku juga mengaku memiliki 10 pekerja wanita yang siap ditawarkan kepada pria hidung belang. 3 di antaranya anak di bawah umur. Aksi pelaku asal Tanjungpinang ternyata sudah dilakukan sejak Januari lalu.

“Korban sudah kita periksa, pelaku juga masih dalam pemeriksaan kita. Untuk pelaku dijerat Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia nomor 21 tahun 2007 tantang Pemberantasan Tindak pidana Perdagangan orang atau pasal 296 Jo Pasal 506 KUHP,” imbuhnya.(bl)