Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Herie Pramono SIK. Foto: Ist

KARIMUN (BATAMLAGI.COM) – Dua gadis di bawah umur sebut saja namanya Melati (13) dan Kuntum (15) dibekuk polisi di Karimun, Minggu (8/3) sekitar pukul 12.00 WIB. Pasalnya keduanya membongkar rumah warga dan menggasak sejumlah perhiasan dan uang tunai Rp 20 juta.

Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Herie Pramono Sik mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Sabtu tanggal 7 Maret 2020 sekira pukul 16.30 WIB saat korban pulang ke rumahnya.

Korban sudah curiga melihat AC di kamarnya hidup. Lalu, membuka pintu rumahnya, ternyata pintu rumah sudah tak terkunci lagi. Saat mengecek laci meja rias di kamar tidur, 3 cincin emasnya sudah hilang. Juga dompet berisi uang tunai Rp 20 juta juga raib.

“Kemudian korban melapor ke kita,” tambah Herie atas kejadian tersebut kortan mengalami kerugian lebih kurang sebesar Rp 26 juta lebih saat ekspos kasus pencurian itu, Selasa (10/3).

Dari pengakuan kedua pelaku, tambahnya, keduanya masuk ke rumah korban saat dalam keadaan kosong, dan membuka pintu rumah secara paksa dengan parang.

“Kita berhasil mengamankan perhiasan emas dan sisa uang tunai yang tinggal Rp 16 jutaan. Selebihnya sudah digunakan kedua korban,” tegasnya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Undang-Undang Republik Indonesia Nortor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang bomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Jo Pasal 363 KUHPidana dengan ancaman pidana paling lama 7 tahun.

“Pelaku merupakan anak di bawah umur, lantaran ancaman hukuman 7 tahun sesuai ketentuan kasus terus dilanjutkan sesuai proses hukum yang berlaku,” tutupnya.(bl)