Karyawan PN Batam langsung memperbaiki pintu yang jebol karena dirusak pengunjung sidang, Jumat (6/3) sore. Foto: Batamlagi.com

BATAM (BATAMLAGI.COM): Sejumlah pria mengamuk di Pengadilan Negeri (PN) Batam. Aksi tak terpuji itu diduga kuat dipicu karena tak puas atas vonis yang baru diketok majelis hakim, Jumat (6/3) sekitar pukul 18.00 WIB. Pintu dan sejumlah barang rusak.

Para pelaku juga merusak beberapa banner yang dipasang di depan ruangan sidang dan juga beberapa tong sampah.

“Dua pintu rusak. Bannernya dua yang rusak dan juga tong sampah dua,” papar petugas PN Batam.

Sore itu, digelar sidang perkara pemalsuan surat dengan terdakwa Nasran Bin Alex Ibrahim dan Arbaudin alias Udin Pelor. Dalam persidangan yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Jasael, anggota Muhamad Chandra dan Elfrida, kedua terdakwa divonis 1 tahun 9 bulan penjara dipotong masa penahanan 6 bulan yang sudah dijalani para terdakwa kasus lahan di Seranggong, Bengkong tersebut.

Hadir juga Penasihat Hukum dari kedua terdakwa, Zulhan, Putri Manik dan juga Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yan Elias Sebuea yang menggantikan jaksa Karya So Immanuel Gort. Sebelumnya, dalam surat tuntutannya, JPU meminta majelis hakim agar kedua terdakwa dihukum 2 tahun penjara.

Usai palu vonis diketok ketua majelis, para pengunjung yang menyesaki ruang sidang mulai riuh. Salah seorang wanita yang duduk di kursi pengunjung jatuh lunglai. Dia adalah istri terdakwa Udin Pelor. Suasana semakin gaduh saat seorang pria mempermasalahkan pengambilan foto. “Jangan difoto,” ujar pria dengan suara lantang.

Setelah ditengahi beberapa pengunjung. Suasana kembali tenang. Tiba-tiba pengunjung yang ada di ruang sidang teriak-teriak. Beberapa kali suara keras terdengar. Ternyata, sejumlah tong sampah dipecahkan dengan cara ditendang dan dibanting ke jalan.

Sejumlah pengunjung yang diantaranya dari ormas itu berkumpul dan ada yang menenangkan. Namun salah seorang pria di antaranya terus berteriak-teriak.

Lalu, puluhan pria itu masuk menuju ke arah tahanan sementara PN Batam. Saat melintasi sejumlah ruangan, seorang pria menendang daun pintu yang tertutup hingga jebol.

Tak lama, setelah situasi reda, sejumlah petugas kepolisian datang. “Harusnya kalau sidang seperti ini ada pengamanan, ini kok tidak ada. Kenapa tidak koordinasi,” ujar seorang polisi. Sejumlah petugas juga menyoroti pihak kejaksaan yang membawa tahanan yang tidak menyertakan pihak kepolisian.

“Memang, yang kan biasanya hari Jumat tidak ada sidang pidana. Tapi harusnya koordinasi, kasih tahu kami,” kata polisi berpakaian sipil.

Pantauan BATAMLAGI.COM di lokasi kejadian, sejumlah polisi dari Polsek Batamkota yang mendapat laporan langsung datang mengindentifikasi kerusakan. Anggota juga melihat Closed Circuit Television (CCTv) atas aksi tak bertanggungjawab yang diduga kuat adalah anggota ormas.

Suasana tidak kondusif sudah terjadi sejak siang hari sebelum sidang digelar. Seorang oknum ormas berteriak-teriak saat melihat para terdakwa di ruang tahanan sementara di PN Batam. Namun, suasana kembali tenang setelah seorang diantaranya merangkulnya dan membawanya ke luar.

“Tadi siang sudah tidak kondusif, dia (pelaku) itu sudah teriak-teriak. Padahal terdakwanya tenang saja tak bising. Ini harusnya ditindak biar ada efek jeranya,” kata pengunjung sidang.(bl)