Para tahanan saat berjoged dengan para biduan di dalam Rutan Batam, Sabtu (29/2). Foto: Batamlagi.com

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Ratusan tahanan di dalam Rumah Tahanan (Rutan) Batam mendapatkan reklasional. Mereka mendapat hiburan menikmati hiburan dan berjoged dengan para biduan.

“Ia, meski berada di dalam Rutan, tapi para tahanan ini masih berhak mendapatkan rekreasi,” ucap Yan Patmos, Kepala Rutan Kelas II A Batam, di sela-sela acara kepada wartawan, Sabtu (29/2).

Dikatakan Yan Patmos, para tahanan memiliki hak reklasional yang dilaksanakan 3 bulan atau 4 bulan sekali.

“Giat ini disambut baik oleh para tahanan. Mereka sudah lama menunggu momen ini,” ujar Yan.

Acara yang berlangsung Sabtu pagi hingga sore ini di-back up jajaran kepolisian. Bahkan di setiap sudut Rutan, anggota Polsuspass menjaga tahanan yang berjumlah 959 orang itu.

“Acara ini bisa terlaksana atas dukungan dari kepolisian. Jika tak ada petugas kepolisian, maka acara ini tidak bisa kami laksanakan,” ucapnya.

Tapi sebelum acara ini, lanjut Yan, pihaknya sudah terlebih dahulu sudah memberitakukan kepada para tahanan. Mereka sepakat agar sama-sama menjaga keamanan dan kenyamanan saat acara berlansung.

“Alhamdulillah, para tahanan komitmen dan selalu menjaga keamanan dan kenyamanan saat acara ini berjalan, ini merupakan syarat yang utama,” tuturnya.

Yan juga menegaskan, acara ini dilaksanakan melalui usulan para tahanan yang disampaikan melalui kotak saran. Rata-rata usulan yang disampaikan itu seperti pengadaan hak reklasional.

“Sembilan puluh sembilan persen napi mengusulkan supaya diadakan acara rekreasi seperti ini, sehingga kita laksanakan. Dan hal ini diatur dalam UU tentang hak dan kewajiban warga binaan,” ujarnya lagi.

Tampak para tahanan terlihat gembira. Mereka bisa menghilangkan kejenuhannya sembari berjoged ria sambil didampingi beberapa biduan asal Batam.

Meski acara ini digelar hanya satu hari, namun aturan di Rutan tetap berjalan. Salah satunya adalah, acara harus berhenti saat jam salat. Dan pukul 17.00 WIB, semua tahanan sudah harus masuk ke dalam kamarnya.

“Dalam aturannya, warga hanya bisa beraktifitas di luar ruangan sampai pukul 17.00 WIB, dan mereka semua komitmen,” tuturnya.

Selain memenuhi hak reklasional, Rutan juga selalu memenuhi kebutuhan rohani dan jasmani para tahanan. Bagi tahanan yang beragama Islam, maka disediakan tempat untuk salat, begitu juga dengan tahanan agama nasrani, mereka disediakan gereja.

“Sedangkan untuk kebutuhan jasmaninya, kita melakukan kegiatan seperti senam dan olahraga, bahkan tahanan selalu diberikan edukasi,” pungkasnya.(bl)