Suasana Pelabuhan Ferry Internasional Batamcentre sejak virus corona merebak. Foto: Batamlagi.com

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Merebaknya virus corona berdampak kepada penerimaan pajak. Saat ini pendapatan pajak dari sektor restoran, hotel, dan hiburan di Batam sudah turun. Hal ini diakui Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Batam, Raja Azmansyah.

“Jelas berpengaruh karena sepi. Selisihnya dari Januari ke Februari menurun dari pendapatan restoran, hotel, dan hiburan,” terang Azmansyah, Senin (24/2).

Dikatakan Azmansyah, berdasarkan perbandingan realisasi penerima pajak, hotel, restoran, dan hiburan dari Januari – 24 Februari. Rinciannya di Januari penerimaan dari sektor pajak hotel berkisar Rp 13,212 miliar lebih, sementara di Februari sekitar Rp 11,397 dengan selisih nominal Rp 1,815 miliar.

Lalu Pajak Restoran bulan lalu Rp 11,350 miliar, sedangkan bulan ini berkisar Rp 9,675 miliar selisih hampir Rp 1,674 miliar. Kemudian pajak hiburan di Januari Rp 3,886 miliar lalu di Februari menurun menjadi Rp 3,237 miliar selisih sebanyak Rp 649 juta.

Masih kata Azmansyah, berkurangnya pendapatan asli daerah (PAD) ini disebabkan dikarenakan kunjungan wisatawan mancanegara menurun. Sehingga hal ini menjadi kekhawatiran semua pihak termasuk pelaku usaha di Batam.

“Kita perkirakan Maret lebih besar penurunannya. Kunjungan wisman menurun karena virus corona,” jelas Azmansyah.

Terkait persoalan ini ia berharap cepat terselesaikan. Sehingga, perekonomian kembali normal. Apalagi saat ini Pemerintah Kota (Pemko) Batam sudah maksimal melakukan pencengahan.

“Kita minta juga teman-teman dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Batam memperbanyak acara,” katanya.

Ia juga menjelaskan, pada Maret mendatang, Batam menjadi tuan rumah kegiatan nasional, yakni, Sekretaris Daerah (Sekda) seluruh Indonesia berkumpul di Batam. Dan agenda ini menjadi kabar menggembirakan bagi pelaku usaha terutama hotel, restoran, dan hiburan.

“Paling tidak mereka cerita, bahwa Batam aman dari virus corona. Karena mereka yang di Jawa khawatir ke Batam dekat Singapura. Kita (Pemko) Batam telah melakukan upaya dan Batam itu zero gak ada suspect,” pungkasnya.

Pantauan BATAMLAGI.COM di sejumlah pusat berberlanjaan dan pelabuhan sudah sepi. Seperti di pelabuhan Ferry Internasional Batamcentre.

“Sepi bang sekarang tidak seperti biasanya. Paling banyak 40 orang sehari yang datang. Biasanya ratusan orang,” katanya seorang petugas pelabuhan.

Begitu juga dengan pusat perbelanjaan di bilangan Sukajadi, salah seorang pekerja rumah makan mengaku kondisi saat ini sudah sepi pembeli, meski hari libur.

“Sekarang sepi bang. Biasanya hari mingu gini ramai. Sekarang sepi pengunjung,” kata pelayan rumah makan, Minggu (23/2).(bl)