Ilustrasi pelaku penoda anak. Foto: Batamlagi.com

AMBON (BATAMLAGI.COM) – Pengadilan Negeri Ambon menjatuhkan vonis kepada Rachmat Aziz Latuliu (50), pria yang menodai anak kandungnya sendiri dalam kurun waktu 10 tahun. Pria bejat ini divonis 16 tahun penjara, Jumat (31/1).

Putusan ini lebih ringan dari tuntutan JPU Kejari Ambon, Achmad Atamimi dan Fitria Tuahuns yang meminta terdakwa dihukum 20 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 1 tahun kurungan.

Dilansir dari jpnn.com, Ketua majelis hakim, Hamzah Khailul didampingi Lucky Rombot Kalalo dan Pjilip Panggalila selaku hakim anggota, mengatakan, terdakwa secara sah dan meyakinkan terbukti bersalah melanggar pasal 81 ayat (3) UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dan menghukumnya selama 16 tahun penjara.

Selain pidana penjara, terdakwa juga dibebankan membayar denda sebesar Rp 800 juta subsider 6 bulan kurungan.

Dikatakan Hakim, perbuatan yang memberatkan terdakwa sehingga dihukum penjara dan denda, karena terdakwa merupakan ayah kandung korban. Terlebih, aksi bejat dilakukannya dengan ancaman. Dan yang meringankan karena terdakwa bersikap sopan dan belum pernah dihukum.

Sementara itu, terdakwa melalui penasihat hukumnya Alfred Tutupary menyatakan pikir-pikir selama 7 hari batas waktu yang ditentukan.

Rahmat menjadi pesakitan setelah pada tahun 2010 sekitar pukul 23.10 WIT hingga Rabu (17/7) 2019 menodai anak kandungnya, secara berulang kali, di Desa Wakasihu, Kecamatan Leihitu (Pulau Ambon), Kabupaten Maluku Tengah.

Terdakwa selalu menggunakan ancaman akan membunuh korban jika tidak menuruti syahwatnya. Perbuatan bejatnya itu berulangkali dilakukan. Dalam seminggu memaksa korban lebih dari satu kali.(*/bl)