S alias F Pelaku pencabulan saat diamankan polisi. Foto: Batamlagi.com.

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Pria berinisial S alias F (34), warga Pulau Petong, Kecamatan Galang, Kota Batam dibekuk polisi. Pria berbadan tinggi tegap itu dilaporkan mencabuli 7 anak tetangganya yang berusia 6 hingga 9 tahun.

“Awalnya korban tidak mau bercerita karena takut, bilangnya demam tapi memegang kemaluan,” ujar Direskrimum Polda Kepri, Kombes Pol Arie Dharmanto, Jumat (24/1).

Arie Dharmanto mengatakan, peristiwa ini merupakan keprihatinan karena dari perbuatan menyimpang pelaku terdapat 7 korban bocah perempuan di bawah berinisial K (6), A (7), A (5), N (13), S (8), S (7), dan H (9).

Perbuatan bejat S alias F ini terungkap, saat salah seorang korban berinisial S mengeluh sakit di bagian vitalnya kepada orang tuanya.

“Awalnya korban tidak mau bercerita karena takut, bilangnya demam tapi memegang kemaluan,” ujar Arie.

Belakangan diketahui, ternyata tidak hanya S yang merasakan sakit yang sama, orang tua S juga mendapat kabar keluhan yang sama dari beberapa anak warga Pulau Petong.

Akhirnya orang tua membawa korban ke dokter. Ternyata ada kerusakan di alat vital bocah ingusan itu. Kasus itu pun dilaporkan ke polisi.

“Dari laporan yang kita terima, kami melakukan penyelidikan dan mengarah ke S alias F, dan langsung kita jemput (S) di rumahnya di Pulau Petong, Kecamatan Galang,” ungkap Arie.

Modus pelaku, lanjut Arie, untuk memuluskan aksinya, pelaku mengimingi uang dan membawa para korban ke kebun untuk bermain.

“Modusnya ditawarkan untuk main, diajak ke kebun mencari kayu lalu diminta menurunkan pakaian dengan alasan bermain dan dijanjikan diberi uang Rp 10 ribu, setelah itu tersangka melakukan pencabulan,” terang Arie.

Dalam kasus ini, polisi mengamankan barang bukti kasur, handuk, 3 pakaian korban dan 5 pakaian pelaku dari rumah pelaku.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal 82 ayat (1) UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU no 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak jo pasal 64 ayat (1) dengan ancaman pidana paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 5 miliar.

Arie juga menjelaskan, kasus ini menjadi perhatian khusus Kapolda Kepri.

“Beliau mengapresiasi dan antusias dalam pengungkapan kasus ini. Ini kejahatan yang cukup serius di mana anak-anak yang menjadi korban,” paparnya.(bl)