Warga Seranggong saat mendatangi Gedung DPRD Kota Batam, Kamis (9/1). Foto: Ist

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Warga Kampung Seranggong, Kelurahan Bengkong Sadai, Kecamatan Bengkong, Batam, mengadukan nasibnya ke Gedung DPRD Kota Batam, Kamis (9/1). Sehari sebelumnya, mereka juga mendatangi kantor Walikota Batam untuk minta perlindungan.

“Dari semalam kami mengadu nasib dengan mendatangi kantor Wali Kota Batam. Tapi tak ada yang nemui kami,” kata seorang warga yang tak disebutkan namanya saat ditemui di Gedung DPRD Kota Batam, Kamis (9/1) pagi.

Ratusan warga Seranggong itu mendatangi kantor wakil rakyat karena, kini terkatung-katung setelah digusur. Mereka waswas dan ketakutan dan tak ingin kembali ke tempat tinggalnya itu.

Dikatakannya, usai digusur pada Rabu (8/1) pagi, sorenya warga Seranggong mendatangi Kantor Wali Kota Batam. Karena tidak ada yang menemuinya, warga beralih ke Gedung DPRD Batam dengan harapan aspirasinya didengar. Karena sudah malam warga membubarkan diri.

“Hari ini kami datang lagi. Tapi lagi-lagi tak ada anggota dewan yang menemui,” kesalnya.

Warga hanya menginginkan agar keadilan ditegakkan. Ia merasa tergusur dari tempat kelahirannya yang mereka tempati sejak tahun 1930-an.

Siti (60) salah seorang warga mengatakan, banyak warga yang telah lama tinggal di Kampung Seranggong. Jejak kehidupan kampung ini puluhan tahun lalu masih ada.

“Kami di sana sudah lama. Di sana makam datok nenek moyang kami ada. Orang tua saya meninggal dan makamnya ada di sana,” kata perempuan ini.

Siti menceritakan, dulunya Kampung Seranggong ini berada di pinggir laut, sebelum aktivitas reklamasi di wilayah ini gencar dilakukan. Sampai saat ini aktivitas sebagian besar warganya masih sebagai nelayan.

Siti menilai, proses penggusuran yang dinilai tidak manusiawi. Bahkan ada warga yang terluka terkena senjata tajam (Sajam). Warga, tidak bisa melawan, padahal tidak ada pemberitahuan sebelumnya. Pihak perusahaan yang menggunakan preman melakukan tindakan anarkis.

“Kami melawan tapi kami tidak kuat, orang miskin tidak punya apa-apa. Manalah bisa melawan mereka, kami melawan langsung ditangkap,” ujarnya.(bl)