Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Batam, Jadi Rajagukguk menggelar demo tunggal di halaman Kantor BP Batam, Senin (6/1) pagi. Foto: Batamlagi.com

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Batam, Jadi Rajagukguk menggelar demo tunggal di halaman Kantor BP Batam, Senin (6/1) pagi. Unjukrasa ini dilakukan seorang diri, karena kekecewaannya dengan kinerja Rudi Ex-Officio Kepala BP Batam yang ‘jalan di tempat’.

Pagi itu, Jadi datang ke Kantor BP Batam seorang diri diantar sopirnya naik Toyota Alphard bercat hitam, miliknya. Pria berbadan tegap ini mengenakan setelan jas dalaman kemeja berdasi dipadu celana dasar hitam.

Usai keluar dari dalam mobilnya, lalu ia menyandang toa, lalu menyandangkan karton berisi tuntutan yang dililitkan di punggung dan dadanya. Kepalanya yang pelontos itu diikat kain putih. Tangan kiri memegang TOA. Katanya demo itu tidak perlu beramai-ramai. Yang penting sampai esensinya.

Jadi mengungkapkan, ia mewakili warga Batam bermaksud menggelar aksi unjukrasa damai atau penyampaian pendapat di muka umum sebagaimana yang telah diatur dalam UU Nomor 9 Tahun 1998. Pria berkacamata itu terlihat kesal dengan kinerja BP Batam saat ini yang sudah memasuki 100 hari kerja sejak tanggal 4 Januari 2020.

“Sehubungan dengan telah berjalannya 100 hari jabatan Ex Officio Kepala BP Batam yang tidak memberikan perubahan dan dampak apapun, dan malah menimbulkan keresahan di dunia usaha khususnya, dan warga Batam pada umumnya,” ungkap Jadi dengan suara lantang.

Jadi menegaskan, sudah 100 hari Ex Officio Kepala BP Batam tidak mempunyai gebrakan yang signifikan, janji bebas UWTO 200 meterpersegi lahan perumahan, dan saat ini justru menimbulkan ketidakpastian dalam berusaha. Karena itu, ia meminta Rudi sebagai Ex-Officio Kepala BP Batam itu agar mundur. “Untuk itu diminta untuk mundur,” tegasnya.

Ia juga memohon kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar mencabut PP Nomor 62 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam. Katanya, kebijakan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas batam PBPB/ Free Trade Zone ( FTZ) Batam diperkuat sesuai Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2000 dan Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2007, tentang Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam selama jangka waktu 70 tahun.

“Batalkan rencana Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di wilayah Free Trade Zone (FTZ), karena akan menurunkan daya saing Batam,” ucapnya.

Jadi juga menyinggung janji-janji Muhammad Rudi Walikota Batam Ex Officio Kepala BP Batam, dimana UWTO dihapus, rakyat kecil tak perlu lagi bayar sewa tanah kepemilikan rumah yang nilainya bisa mencapai puluhan juta rupiah. Selain itu, Rudi saat itu juga berjanji terkait izin usaha siap dalam sekejap. Pengusaha kecil, menengah bahkan skala besar, baik dalam dan luar negeri tak perlu pusing lagi mengurus izin usaha. Sebab sudah satu pintu dan satu komando.

“Banyak persoalan di Batam salah satunya persoalan taksi online yang belum terselesaikan. Harusnya Kepala BP Batam yang juga Walikota Batam hadir di tengah masyarakat untuk menyelesaikan persoalan ini,” timpalnya.

Selanjutnya, kata Jadi, kepastian hukum dan investasi lebih jelas. Tak akan ada lagi terjadi ekonomi biaya tinggi yang membuat dunia usaha menghitung risiko berinvestasi di Batam. Sebab aturan dan ketentuan izin usaha tak lagi berubah-ubah. Kemudian iklim usaha terjaga, pertumbuhan ekonomi meningkat. Pertumbuhan ekonomi di Batam bisa di atas pertumbuhan ekonomi nasional. Karena birokrasi berbelit sudah dihilangkan.

“Pengusaha resah, seperti tidak ada pemerintah di Batam, inilah janji-janji yang tak terpenuhi,” ulasnya.

Kemudian, fasilitas sosial lebih memadai. Gedung sekolah, kesehatan dan taman gratis bisa ditambah. Wargapun akan pintar dan bahagia.

“Ini juga tidak ada! Warga tidak mendapatkan fasilitas. Bahkan untuk olahraga masyarakat masih kebingungan. Inilah janji-janji Kepala Batam. Tidak ada gebrakan,” kata dia lagi. Jadi juga menyebut, aksinya itu juga sudah disampaikannya langsung ke Menko yang juga Ketua DK PBPB Batam.

Pada kesempatan itu, kehadiran Ketua Kadin Batam yang menyampaikan aspirasi itu diterima oleh Direktur Promosi dan Humas BP Batam, Dendi Gustinandar.

“Kita terima aspirasi yang disampaikan Ketua Kadin Batam. Dan kita akan teruskan ke pimpinan nantinya,” kata Dendi.(bl)