Rokok cukai dan non cukai dijual di warung. Foto: Batamlagi.com

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Harga rokok cukai naik. Kenaikan ini sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Republik Indonesia Nomor 152/PMK.010/2019 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau. Sedangkan rokok non cukai untuk kawasan bebas ternyata masih banyak beredar.

Dalam PMK tersebut mengatur kenaikan tarif cukai rokok terbesar yakni ada pada jenis rokok Sigaret Putih Mesin (SPM) yaitu sebesar 29,96 persen. Untuk cukai rokok jenis Sigaret Kretek Tangan Filter (SKTF) naik sebesar 25,42 persen, Sigaret Kretek Mesin (SKM) 23,49 persen, dan Sigaret Kretek Tangan (SKT) 12,84 persen.

Di beberapa warung dan minimarket di bilangan Kecamatan Sekupang, Seibeduk, Sagulung dan Batuaji, harga rokok sudah naik. Warga yang baru mengetahui kenaikan tersebut pun komplain.

“Banyak juga yang sudah mengeluh. Ya bagaimana lagi, karena modalnya juga mahal,” ucap Sukatmi, pedagang rokok di Batuaji.

Diakui Sukatmi, karena rokok cukai naik, maka perokok ada yang beralih ke rokok non cukai khusus kawasan bebas (FTZ) karena harganya tak naik.

“Rokok khusus kawasan bebas malah makin laku,” ucapnya.

Amrizal pemilik warung di Komplek GMP, Tanjung Piayu, Seibeduk mengaku, harga rokokĀ cukai di warungnya juga naik. Sedangkan rokok non cukai tidak naik. Karena rokok cukai yang dijualnya stok lama, maka ada yang belum naik.

“Beberapa harga naik, tapi tidak semuanya. Soalnya inikan masih stok yang lama,” ujarnya.

Selain di warung kecil, kenaikan harga rokok cukai juga berlaku di minimarket.

“Saya tadi beli rokok di minimarket, rokoknya sudah naik harga,” sebut Agusman, warga di Sagulung.

Rokok yang harganya sudah naik seperti Marlboro, Philip Morris, Magnum Blue, Lucky Strike, U mildĀ  Gudang Garam Filter, Sampoerna mild, Surya dan beberapa jenis rokok cukai lainnya.

Seperti diketahui, Kementerian Keuangan melalui Direktorat Bea dan Cukai, sejak Rabu (17/5/2019) resmi mencabut ketentuan bebas cukai untuk produk konsumsi rokok dan minuman alkohol di 4 zona perdagangan bebas (Free Trade Zone) di Indonesia; Batam, Bintan, Karimun (Kepulauan Riau), dan Sabang di Nanggroe Aceh Darussalam. Meski dilarang peredarannya, namun, saat ini rokok kawasan bebas non cukai kembali beredar luas di Batam.

“Saya tak tahu kalau rokok non cukai sudah tidak boleh beredar,” katanya.(bl)