Reza, pelaku kasus pencurian saat diamankan di Mapolsek Batuaji. Foto: Batamlagi.com

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Reza (46) tak berkutik saat aksinya mencuri motor di Masjid Sultan Mahmud Riyat Syah, Tanjunguncang, Kecamatan Batuaji diketahui warga, Jumat (27/12). Pria ini pun babakbelur hingga pingsan.

Untung polisi cepat datang untuk mengamankan pelaku. Kini, Reza harus meringkuk di balik jeruji Polsek Batuaji.

Kapolsek Batuaji, Kompol Syafruddin Dalimunthe, Kamis (2/1) siang, mengatakan, perbuatan Reza sudah sangat meresahkan warga. Apalagi, Tempat Kejadian Perkara (TKP) pencurian itu di tempat ibadah.

“Jangan karena ulah pelaku ini, pengunjung (masjid) merasa tak nyaman,” ujarnya.

Dikatakan Syafruddin Dalimunthe, pelaku mengaku baru sekali mencuri motor. Meski demikian, pihaknya akan tetap melakukan penyelidikan.

“Menurut saya pelaku ini sudah sering mencuri, sebab dia memiliki gunting  yang dimodifikasi, bahkan sudah ada targetnya,” ucapnya.

Ditemui wartawan di kantor polisi, pada Kamis siang, Reza mengaku sudah merencanakan perbuatannya itu dan terlebih dahulu menyiapkan peralatan seperti gunting yang dimodifikasi. Tepat pukul 19.00 WIB, ia menuju basmen masjid, tempat parkir motor.

Dengan menggunakan gunting yang dimodifikasi, Reza berhasil membobol satu motor Yamaha Mio J milik seorang tamu masjid. Namun ketika keluar dari masjid, Reza dicegat warga.

“Saya dicegat oleh warga yang ada di sana. Mereka sudah tahu kalau motor  yang saya pakai itu curian,” ucapnya.

Reza dihajar hingga tak sadarkan diri. Polisi yang mendapat kabar adanya pencurian itu langsung mendatangi lokasi.

“Katanya pak polisi yang bawa saya ke rumah sakit,” akunya.

Semula kata Reza, ia tak berniat mencuri di basmen masjid, tapi di parkiran Tunas Regency tak jauh dari masjid. Motor curian itu katanya akan digunakan sendiri. Pria berkulit hitam ini juga mengaku terpaksa mencuri untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Tiga bulan lalu, ia di-PHK dari PT Smoe, sejak itulah tak ada pekerjaan lagi.

Sejak menganggur itu ia harus putar otak untuk memenuhi kebutuhannya. Mencari kerja sulit. Ia pun diusir dari kontrakannya di Punggur, Kecamatan Nongsa. Melamar di galangan kapal Tanjunguncang, tak ada panggilan.

Atas perbuatannya itu, pelaku dijerat pasal 363 tentang pencurian dan pemberataan dengan ancaman 5 tahun penjara. “Kami masih kembangkan kasus ini,” tegas kapolsek.(bl)