Mata kiri AI benngkak yang diduga kuat dihajar ibu tirinya. Foto: Batamlagi.com

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Mata kiri bocah laki-laki berusia 11 tahun berinisial AI itu masih bengkak. Pasalnya, bocah malang itu diduga kuat dihajar ibu tirinya berinisial Su di Perumahan Hang Tuah Blok B 5 Nomor 1 Batamcentre, Jumat (27/12). Kasus ini sudah dilaporkan ke pihak berwajib.

“Sudah mendingan, cuma matanya masih perih dan merah separuh,” ujar Ahmad Suroso, orang tua angkat AI menceritakan kondisi kesehatan AI kepada wartawan, Rabu (1/1) siang.

Saat kejadian, Ahmad menyebut, ia tidak bersama AI. “Saya lagi di Botania, lalu ditelepon menyampaikan kabar buruk itu,” katanya.

Saat itu, ibu tiri AI datang bersama seorang laki-laki untuk menjemput paksa AI agar balik ke kebun milik ibu tirinya di kawasan Duriangkang. Hutan yang berada di seberang Perumahan Legenda Malaka. AI tidak mau ikut. Karena ia sering mendapatkan kekerasan di rumah ibu tirinya itu.

“Mamak jahat, salah sedikit main pukul,” ujar AI seperti diberitakan lindungianak.com, akhir tahun lalu.

Tidak hanya ibu tiri, sambung Ahmad, laki-laki yang dibawa ibu tirinya juga diduga ikut melakukan penganiayaan. Selain dipukul, korban ditendang hingga terpental dan diseret oleh laki-laki yang belum diketahui identitasnya itu. Rencananya korban mau diikat dan dibawa dengan sepeda motor pelaku. Korban tidak berhasil dibawa pelaku, namun sekujur tubuhnya kesakitan.

Dijelaskan Ahmad, setahun belakangan ini, AI tinggal bersamanya di Perumahan Hang Tuah.

“Setahun yang lalu ibu tirinya dan AI pernah tinggal di ruko kawasan Batamcentre dan bertetangga dengannya,” kenang Ahmad. Sejak itulah, AI betah tinggal bersama Ahmad yang saat ini memberikan perlindungan kepadanya.

Setahu Ahmad, AI ditinggalkan oleh ayah kandungnya di Batam bersama ibu tirinya. Menurut AI, ayah kandungnya sudah pulang kampung. Sementara ibu kandungnya tidak diketahui keberadaannya karena sudah 5 tahun lebih tidak berjumpa lagi. Usai peristiwa itu, ia langsung membawa AI berobat dan membuat laporan ke Polresta Barelang.

“Sepertinya pelaku belum ditangkap,” kata Ahmad yang juga menunggu kabar dari pihak kepolisian.

Ahmad selanjutnya juga membuat pengaduan ke Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Kepri. Diakui Ahmad, kekerasan yang dialami AI adalah yang lebih parah dari sebelumnya yang pernah ia lihat.

Ketua KPPAD Kepri, Erry Syahrial mengatakan, pihaknya akan melakukan upaya advokasi ke Polres Barelang agar kasus tersebut jadi atensi pihak kepolisian, terutama di Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Reskrim Polres Barelang.

“Akan kita tindaklanjuti supaya kasus kekerasan pada anak ini menjadi atensi dan cepat diproses,” kata Erry.

Terpisah, hingga berita ini diketik, Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Andri Kurniawan saat dikonfirmasi wartwan atas perkembangan kasus tersebut, belum memberi jawaban.(bl)