Ilustrasi pelaku kasus narkotika. Foto: Batamlagi.com

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Pihak BNN Provinsi Kepri terus melakukan pemantauan terhadap tiga Kampung di Batam, yakni; Kampung Mukakuning, Tanjunguma dan Belakangpadang. Di luar Batam ada Kampung Uma di Karimun yang juga menjadi perhatian BNN Provinsi.

“Kawasan atau kampung ini telah kita petakan karena rawan atau masyarakatnya rentan penyalahgunaan dan mengedarkan narkotika,” ungkap Kepala BNNP Kepri Brigadir Jenderal Richard Nainggolan saat konfrensi pers, Senin (30/12).

Dijelaskannya, pihaknya melakukan intervensi atau perawatan melalui program pemberdayaan anti narkoba. Tahun 2018 dilaksanakan di Belakangpadang dan Tanjunguma dengan jumlah peserta 30 orang. Dan tahun 2019 dilaksanakan di Teluk Uma (Karimun), Tanjunguma dan Mukakuning (Batam) dengan jumlah peserta sebanyak 50 orang.

“Melalui program ini masyarakat diharapkan tidak tergiur dengan bisnis narkoba tapi menjadi produktif dengan pekerjaan yang legal dan halal,” harap Richard.

Menurutnya, dalam upaya pemberdayaan masyarakat, BNNP Kepri juga mengikutsertakan masyarakat guna menciptakan lingkungan bersih dari narkoba, baik dengan sosialisasi bahaya narkoba maupun pelaksanaan uji narkoba.

“Tahun ini kita bentuk penggiat anti narkoba sebanyak 546 orang dan tes urine sebanyak 95 kali dengan peserta sebanyak 8.357 orang,” terangnya.

Secara masif upaya pemberantasan dilakukan. Tahun ini sebanyak 17 jaringan, sebanyak 52 kasus dengan melibatkan 80 tersangka, serta penanganan kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) hasil kejahatan narkotika sebanyak 2 kasus.

Sementara, jumlah orang yang sudah direhabilitasi oleh lembaga rehabilitasi milik pemerintah dan komponen masyarakat sebanyak 395 orang, dirawat jalan maupun rawat inap.

“BNNP Kepri juga telah memberikan layanan Tim Asesmen Terpadu kepada 9 orang korban penyalahguna narkoba dan layanan pasca rehabilitasi kepada 101 mantan penyalahguna narkoba,” pungkasnya.(bl)