W (23) dan I (26) tersangka kasus narkotika saat diamankan petugas.Foto: Batamlagi.com

BATAM (BATAMLAGI.COM) – W (23) dan I (26) sudah dicurigai petugas saat keluar dari pintu X Ray Bandara Hang Nadim, Batam pada minggu pertama Desember. Untuk memastikan apa yang dibawa W petugas AVSEC dan Bea dan Cukai Batam, menggeledah celana dalam cewek berambut hitam lurus sepinggang itu. Petugas pun sempat kaget saat mengetahui isinya.

“Ditemukan dua bungkus sabu dalam plastik klip bening seberat 46,1 gram yang disimpan di celana dalam yang dilapisi pembalut wanita yang dipakai oleh W,” kata Kepala BNNP Kepri Brigjen Richard Nainggolan, saat konferensi pers, Senin (30/12).

Usut punya usut, W sebagai pemilik sabu seberat 26,2 gram dan I sebagai pemilik sabu seberat 19,9 gram. Kedua tersangka, sebut Richard berperan sebagai pemilik barang sekaligus kurir. Warga Malaysia itu akan membawa barang terlarang itu ke Palembang.

“Harga jual sabu masing-masing RM 7.000. W akan diberi upah oleh I sebesar RM 3.000,” bebernya. Barang akan dibawa dari Batam ke Palembang. Barang haram itu didapat dari B, warga Malaysia juga yang kini masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

Sabu seberat 46,1 gram itu dijual seharga Rp 48 juta kepada Y bila sampai ke Palembang. Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal 114 ayat (2), pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 dengan hukuman maksimal hukuman mati atau seumur hidup. Barang bukti tersebut ikut dimusnahkan.

Untuk membeli sabu-sabu itu pelaku terlebih dahulu menggadaikan mobilnya. “Setelah gadaikan mobilnya, W beli sabu sama B. B temannya I,” kata Richard.(bl)