Timbunan tanah Pasar Induk tampak sudah mendekati pelantar di Tanjunguma. Foto: Batamlagi.com

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Puluhan rumah ruli di RT 04 RW 04, Kelurahan Tanjunguma, Kecamatan Lubukbaja, Batam atau di belakang Pasar Induk Jodoh ambles ke laut, Minggu (29/12) sekitar pukul 03.30 WIB. Satu orang warga meninggal.

Rumah panggung yang berdiri di pinggir pantai tersebut perlahan-lahan turun. Tanah juga retak-retak. Awalnya, warga mengira gempa.

“Dikirain gempa, ternyata bukan. Karena nggak ada goyang, tapi bunyi kayu krek krek krek, lalu bangunan ambles ke bawah,” ujar Yanto, warga setempat saat ditemui di lokasi.

Dikatakannya, saat kejadian itu lampu sedang mati. Warga yang mengira ada gempa panik dan berlari hingga masuk ke laut. Salah seorang warga meninggal dunia beberapa saat setelah kejadian.

“Bahkan ada yang meninggal dunia. Namanya Sarinah,” katanya.

Tapi setahu dia, korban yang meninggal itu memang sudah sakit sekitar 10 hari yang lalu. Sakitnya diabetes. “Karena apa meninggalnya kita juga nggak tahu. Mungkin kaget,” ujarnya, menduga.

Pasca kejadian, tanah timbunan setinggi 30 meter di belakang Pasar Induk Jodoh, Batam, yang ikut ambles langsung diberi police line. Begitu juga puluhan rumah yang bangunannya ambruk. Diduga timbunan tanah yang menjulang tinggi itu yang menyebabkan amblesnya puluhan pemukiman liar itu.

Kapolresta Barelang AKBP Prsetyo Rachmat Purboyo yang dikonfirmasi usai kejadian mengatakan, pihaknya masih menyelidiki kasus tersebut.

Kapolresta juga mengatakan, pihaknya akan melakukan gelar perkara untuk menetapkan pasal apa yang akan diterapkan kepada pihak penimbun tanah di tempat kejadian tersebut.

“Sejumlah saksi sudah kita mintai keterangan. Begitu juga mendata kerugian dan kerusakan warga,” kata Kapolresta.(bl)