Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepri, Fadjar Majardi. Foto:ist

BATAM (BATAMLAGI.COM) – Diprediksi pertumbuhan ekonomi Kepulauan Riau (Kepri) tumbuh 4,7 sampai 5,1 persen di tahun 2020. Demikian disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepri, Fadjar Majardi, pada pertemuan tahunan, di Hotel Radisson Batam, Senin (16/12).

“Sementara di tahun ini ekonomi Kepri diangka 4,89 persen di triwulan III dari target 4,6 sampai 5 persen,” kata Fadjar.

Dijelaskannya, pertumbuhan ekonomi tahun ini dinilai lambat, karena ekspor Kepri masih berorientasi dari negara Singapura, sehingga solusinya harus mencari pasar ekspor baru.

“Dikarenakan, ekonomi Singapura melambat, ekonomi Kepri juga melambat. Peningkatannya lambat, walau tetap positif,” katanya.

Diperkirakan, ekonomi Kepri akan berada di angka antara 4,65 dan 4,8 persen.

Fadjar menilai, kekuatan ekonomi Kepri masih di bidang industri yang berbasis di Batam. Bahkan untuk industri Sumatera, Batam masih kekuatan terbesar disektor industri. Kondisi industri di Batam juga diprediksi membaik tahun depan. Hanya saja, dinilai tidak signifikan.

Dengan adanya kekuatan industri di Batam, maka disarankan dilakukan penguatan pasar ekspor. Penguatan dilakukan dengan mencari pasar baru.

Apalagi terkait perang dagang antara Cina dan Amerika Serikat, diakui secara ekonomi memberikan dampak lebih baik untuk Kepri. Ini terlihat dari ekspor Kepri. Tapi menurun itu lebih ke produk komponen mesin. Kalau bangunan masih jalan, walau menurun sedikit.

“Paling banyak ke Singapura, walau ekonominya tumbuh turun sampai 0,1 persen dan ekspor menjadi turun,” imbuhnya.(bl)